AYAT-AYAT AL-QUR’AN TENTANG PEMANFAATAN KEKAYAAN ALAM

Klik di sini







AYAT-AYAT AL-QUR’AN TENTANG PEMANFAATAN KEKAYAAN ALAM


A.      Mengartikan QS.al-Baqarah: 267-268; QS. Al-Ma’aarij: 9-25 Tentang Pemanfaatan Kekayaan Alam
1.    QS.al-Baqarah: 267-268:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُمْ مِنَ الأرْضِ وَلا تَيَمَّمُوا الْخَبِيثَ مِنْهُ تُنْفِقُونَ وَلَسْتُمْ بِآخِذِيهِ إِلا أَنْ تُغْمِضُوا فِيهِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ (٢٦٧)الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلا وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ (٢٦٨)

267. Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, Padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.
268. Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui. ( QS.al-Baqarah: 267-268)

2.    QS. Al-Ma’aarij: 9-25:
إِنَّ الإنْسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا (١٩)إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا (٢٠)وَإِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوعًا (٢١)إِلا الْمُصَلِّينَ (٢٢)الَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلاتِهِمْ دَائِمُونَ (٢٣)وَالَّذِينَ فِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ مَعْلُومٌ (٢٤)لِلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ (٢٥)

19. Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.

20. apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah,
21. dan apabila ia mendapat kebaikan ia Amat kikir,
22. kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat,
23. yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya,
24. dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu,
25. bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta),


B.      Menjelaskan Kandungan QS.al-Baqarah: 267-268; QS. Al-Ma’aarij: 19-25 Tentang Pemanfaatan Kekayaan Alam
1.    Menjelaskan Kandungan QS.al-Baqarah: 267-268
Ayat 267 menjelaskan bahwa orang yang benar-benar beriman, niscaya akan menafkahkan sesuatu yang baik, apabila dia bermaksud dengan infaknya itu untuk menyucikan diri dan meneguhkan jiwanya. Sesuatu yang diinfakkan, diumpamakan dengan sebutir benih yang menghasilkan tujuan ratus butir, atau yang diumpamakan dengan sebidang kebun yang terletak di dataran tinggi, yang memberikan hasil yang baik, tentulah sesuatu yang baik, bukan sesuatu yang buruk yang tidak disukai oleh yang menafkahkan atau yang dia sendiri tidak akan mau menerimanya, andaikata dia diberi barang semacam itu.

Pada akhir ayat ini Allah berfirman, yang artinya sebagai berikut ; “Ketahuilah, bahwasanya Allah Maha Kaya dan Maha Terpuji”. Ini merupakan suatu peringatan, terutama kepada orang yang suka menafkahkan barang yang buruk-buruk, bahwa Allah tidak memerlukan sedekah semacam itu. Dia tidak akan menerimanya sebagai suatu amal kebaikan. Apabila seseorang benar-benar ingin berbuat kebaikan dan mencari keridlaan Allah SWT, mengapa dia memberikan barang yang buruk, yang dia sendiri tidak menyukainya? Allah Maha Kaya. Maha terpuji dan pujian yang layak bagi Allah adalah bahwa kita rela menafkahkan sesuatu yang baik dari harta milik kita, yang dikaruniakan Allah SWT kepada kita.


Kesimpulan ;
1.    Kita diperintahkan untuk menginfakkan sesuatu yang baik di antara harta yang kita peroleh dari usaha yang halal, baik berupa uang, makanan, buah-buahan, atau binatang ternak
2.    Sedekah berupa barang-barang yang diperoleh dari perbuatan haram tidak akan diterima Allah sebagai amal saleh
3.    Kita harus ingat bahwa Allah Maha kaya dan Maha Terpuji. Menginfakkan harta yang baik adalah merupakan rasa syukur dari kita terhadap Allah SWT yang telah mengaruniakan harta benda itu kepada kita.

Ayat 268 setan selalu menakut-nakuti orang yang berinfak dan membujuk mereka agar bersifat bakhil dan kikir. Setan membayangkan kepada mereka bahwa berinfak atau bersedekah akan menghabiskan harta benda dan akan menyebabkan mereka harus disimpan untuk persiapan di hari depan.

Menafkahkan barang yang jelek, dan keengganan untuk menafkahkan barang yang baik, oleh Allah disebut sebagai suatu kejahatan, bukan kebajikan, karena orang yang bersifat demikian berarti mempercayai setan dan tidak mensyukuri nikmat Allah serta tidak percaya akan kekayaan Allah dan kekuasaan-Nya untuk memberi tambahan rahmat kepadanya.
Allah menjanjikan kepada hamba-Nya melalui rasul-Nya, untuk memberikan ampunan atas kesalahan-kesalahan yang banyak, terutama dalam masalah harta benda. Karena sudah menjadi tabiat manusia mencintai harta benda sehingga berat baginya untuk menafkahkannya.

2.Menjelaskan kandungan QS. Al-Ma’aarij: 19-25
Ayat  19 dijelaskan bahwa manusia memiliki sifat suka berkeluh kesah dan kikir. Sifat ini dapat diubah jika menuruti petunjuk Tuhan.
Manusia bisa sesat dari jalan Allah karena sifatnya yang tergesa-gesa, gelisah, dan kikir. Hal ini bukanlah ketentuan dari Allah terhadapnya, akan tetapi mereka menjadi mukmin atau menajdi kafir karena usaha dan pilihan mereka sendiri. Kepada manusia dibentangkan jalan lurus menuju keridaan Allah dan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat seperti yang disampaikan Rasullah SAW, sebagaimana yang termuat dalam al-Qur’an dan Hadits.
Di samping itu, terbentang pula jalan yang sesat, jalan yang dimurkai Allah SWT dan menuju ke tempat yang penuh derita dan sengsara di akhirat. Manusia boleh memilih salah satu dari kedua jalan itu; jalan mana yang akan ditempuhnya, apakah jalan yang lurus atau jalan yang sesat. Kemudian mereka diberi balasan sesuai dengan pilihan mereka.
Ayat 20-21 dijelaskan jika manusia ditimpa kesusahan, mereka tidak sabar dan tabah, kadang-kadang berputus asa. Akan tetapi, jika memperoleh rezeki dan karunia yang banyak dari Allah, ia menjadi kikir. Kegelisahan dan kekikiran itu timbul pada diri manusia lantaran mereka tidak beriman dengan sungguh-sungguh kepada Allah. Ia merasa seakan-akan dirinya terpencil, tidak ada sesuatu pun yang dapat menolongnya dalam kesukaran itu. Namun apabila mendapatrezeki, ia merasa bahwa rezeki itu diperolehnya semata-mata karena usahanya sendiri, tanpa pertolongan dari orang lain. Mereka beranggapan bahwa rezeki dan karunia yang diperolehnya itu bukan karunia dari Allah. Oleh karena itu timbullah sifat kikir.
Ayat 22-23 dijelaskan bahwa sifat-sifat manusia pada umumnya, kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat. Shalat merupakan rukun islam ke dua; tanda yang membedakan antara orang yang beriman dengan orang kafir. Jika seseorang shalat, berarti ia mempunyai hubungan dengan Tuhannya. Dia akan selalu teringat kepada Tuhannya. Sebaliknya jika ia tidak shalat, ia akan lupa kepada Tuhannya sehingga hubungannya terputus.
 ûÓÍ_¯RÎ) $tRr&ª!$#Iwtm»s9Î)HwÎ)O$tRr& ÎTôç6ôã$$sùÉOÏ%r&urno4qn=¢Á9$#ü̍ò2Ï%Î!ÇÊÍÈ  
14. Sesungguhnya aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, Maka sembahlah aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat aku.

Jika orang benar-benar khusyuk dalam shalatnya, berarti hati dan pikirannya tertuju kepada Allah semata. Dia merasa berhadapan langsung dengan Allah SWT dalam shalatnya. Timbul dalam hatinya takut karena dosa-dosa yang telah diperbuatnya disamping penuh harap akan limpahan pahala, rahmat, dan karunia-Nya. Oleh karena itu, ia berjanji dalam hatinya akan menjauhi dan menghentikan larang-larang-Nya. Hatinya pasrah dan tenteram menyerahkan diri kepada-Nya. Orang yang shalat secara demikian akan terhindar dari perbuatan keji dan perbuatan munkar.
ã@ø?$#!$tBzÓÇrré&y7øs9Î)šÆÏBÉ=»tGÅ3ø9$#ÉOÏ%r&urno4qn=¢Á9$#(žcÎ)no4qn=¢Á9$#4sS÷Zs?ÇÆtãÏä!$t±ósxÿø9$#̍s3ZßJø9$#ur3ãø.Ï%s!ur«!$#çŽt9ò2r&3ª!$#ur ÞOn=÷ètƒ$tB tbqãèoYóÁs?ÇÍÎÈ  
45. Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, Yaitu Al kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Dalam ayat ini disebutkan shalat dalam arti yang umum, termasuk di dalamnya shalat wajib yang lima waktu dan shalat-shalat sunah. Hal ini berarti bahwa semua shalat yang diperintahkan Allah SWT untuk dikerjakan dapat menghilangkan kegelisahan, menenteramkan hati, dan menambah kekuatan iman orang yang mengerjakannya. Sekalipun demikian, tentu shalat yang paling diutamakan mengerjakannya adalah shalat lima waktu.
Kemudian diteruskan bahwa shalat itu selalu dikerjakan pada setiap waktu yang ditentukan, terus-menerus, tidak ada yang luput dikerjakan walaupun satu shalat. Inilah syarat mengerjakan shalat yang dapat menghilangkan kegelissahan hati dan kekikiran.
Ayat 24-25 dijelaskan bahwa mengerjakan shalat untuk mengingat dan menghambakan diri kepada Allah SWT, manusia diperintahkan agar selalu meneliti harta yang telah dianugerahkan Allah SWT kepadanya; apakah dalam harta itu telah atau belum ada hak orang miskin yang meminta-meminta, dan orang miskin yang tidak mempunyai sesuatu apapun. Jika ada hak mereka, ia segera mengeluarkannya karena dia percaya bahwa selama ada hak orang lain dalam hartanya itu, berarti hartanya belum suci.

õè{ô`ÏBöNÏlÎ;ºuqøBr&Zps%y|¹öNèdãÎdgsÜè?NÍkŽÏj.tè?ur$pkÍ5Èe@|¹uröNÎgøn=tæ(¨bÎ)y7s?4qn=|¹Ö`s3y öNçl°;3ª!$#ur ììÏJy íOŠÎ=tæ ÇÊÉÌÈ  
103. Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkandan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.


Maksudnya ayat diatas adalah sedekah wajib, yaitu zakat. Hal ini diperkuat dengan penyebutannya dalam ayat ini diiringi dengan kata shalat. Di dalam al-Qur’an terdapat dua puluh tujuh tempat yang menyebutkan secara beriringan perintah mengerjakan shalat dengan perintah mengerjakan zakat. Hal ini menunjukkan bahwa keduanya mempunyai hubungan yang erat. Dengan shalat, seorang dapat menyucikan dirinya dari segala perbuatan syirik dan terlarang, serta menyerahkan dan menghambakan diri hanya kepada Allah SWT. Sedangkan dengan zakat, seseorang dapat menyucikan hartanya dan milik orang lain serta menanamkan keyakinan dalam dirinya bahwa harta yang dikaruniakan Allah SWT itu harus digunakan dan dimanfaatkan untuk jalan yang diridlai-Nya.


C.      Menunjukkan Perilaku Orang yang Mengamalkan QS.al-Baqarah: 267-268; QS. Al-Ma’aarij: 19-25 Tentang Pemanfaatan Kekayaan Alam
Allah SWT menciptakan langit dan bumi baik tumbuh-tumbuhan, batu-batuan, hewan dan sebagainya. Orang Islam diperintahkan oleh Allah SWT untuk mengamalkan dan menafkahkan sebagian dari hasil usahanya untuk sebagian orang lain. Disamping itu juga orang Islam jangan mengamalkan sesuatu yang buruk-buruk seperti, hasil korupsi, mencuri, merampok, atau yang diperoleh selain di jalan Allah SWT untuk dinafkahkan kepada pada duafa diantaranya fakir miskin sehingga mengakibatkan ketidak manfaatkannya disisi Allah SWT.
Melihat kronologis adanya penciptaan syaitan adalah untuk menjadi penghuni neraka dengan catatan harus mencari teman daiantaranya adalah manusia dan syaitan selalu menggoda untuk menjerumuskannya maka dari itu syaitan selalu menakut-nakuti, kikir, berbuat kejahatan.

Sifat suka berkeluh kesah dan kikir itu dimiliki manusia. Sifat ini dapat diubah jika menuruti petunjuk Allah yang termaktub dalam al-Qur’an dan Hadits. Terbentang dua jalan yaitu pertama jalan lurus menuju keridlaan Allah SWT dan kebahagiaan hidup didunia dan akhirat dan kedua yang sesat, jalan yang dimurkai Allah SWT dan menuju ke tempat yang penuh derita dan sengsara di akhirat. Manusia boleh memilih salah satu dari kedua jalan itu; jalan mana yang akan ditempuhnya, apakah jalan yang lurus atau jalan yang sesat. Kemudian mereka diberi balasan sesuai dengan pilihan mereka.

D.      Menerapkan Cara Memanfaatkan Kekayaan alam seperti yang terkandung dalam QS.al-Baqarah: 267-268; QS. Al-Ma’aarij: 19-25 Tentang Pemanfaatan Kekayaan Alam
1.      Kita diperintahkan untuk menginfakkan sesuatu yang baik di antara harta yang kita peroleh dari usaha yang halal, baik berupa uang, makanan, buah-buahan, atau binatang ternak.
2.      Sedekah berupa barang-barang yang diperoleh dari perbuatan haram tidak akan diterima Allah sebagai amal saleh.
3.      Kita harus ingat bahwa Allah Maha kaya dan Maha Terpuji. Menginfakkan harta yang baik adalah merupakan rasa syukur dari kita terhadap Allah SWT yang telah mengaruniakan harta benda itu kepada kita.
4.      Setiap manusia harus memiliki sifat istiqomah, konaah, tawakkal, tawadlu, berakhlakul karimah. Jangan selalu berkeluh kesah dan kikir.
5.      Orang Islam akan menjadi kafir karena memiliki sifat tergesa-gesa, gelisah dan kikir.

Manusia dibentangkan jalan lurus menuju keridlaan Allah SWT dan kebahagiaan hidup didunia dan akhirat, samping itu juga terbentang pula jalan yang sesat, jalan yang dimurkai Allah SWT dan menuju ketempat yang penuh derita dan sengsara di akhirat.



UJI KOMPETENSI DASAR


I. Aspek Afektif
Perilaku orang yang mengamalkan QS.al-Baqarah: 267-268; QS. Al-Ma’aarij: 9-25 Tentang Pemanfaatan Kekayaan Alam

II. Aspek Psikomotorik
Hafalkan, terjemahkan dan menganalisis QS.al-Baqarah: 267-268; QS. Al-Ma’aarij: 9-25 Tentang Pemanfaatan Kekayaan Alam

III. Aspek Kognitif
I.           Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang (X) pada huruf a,b,c,d atau e !
1.       Memberikan sesuatu kepada yang berhak menerimanya dengan mengharap ridla Allah SWT disebut ….
a.       Zakat
b.      Infak
c.       Sadaqah
d.      Hadiah
e.      Wasiat

  1. Shadaqah semata-mata mengharap… Allah.
a.       Ridla
b.      Pahala
c.       Pujian
d.      Terkenal
e.      Surga

  1. Infak selalu berbentuk…
a.       lisan              
b.      harta
c.       tenaga         
d.      pikiran
e.      semua benar

  1. Shadaqah berupa sikap/perbuatan contohnya….
a.       uang
b.      mengucap salam
c.       ceramah
d.      menyingkirkan duri dari jalan
e.      mendoakan sesama
5.       Sesuatu yang baik di antara harta yang kita peroleh dari usaha yang halal, baik berupa uang, makanan, buah-buahan, atau binatang ternak harus kita …. Di jalan Allah SWT.
a.       Zakatkan
b.      Infakkan
c.       Sadaqahkan
d.      Hadiahkan
e.      Wasiatkan
6.       Sedekah berupa barang-barang yang diperoleh dari perbuatan haram . . . sebagai amal saleh
a.       Berkahi
b.      Ridloi
c.       Rahmati
d.      tidak akan diterima Allah
e.      semua benar
7.       Kita harus ingat bahwa Allah Maha kaya dan Maha Terpuji. Menginfakkan harta yang baik adalah merupakan bentuk …. Kepada Allah SWT.
a.       rasa syukur
b.      hormat
c.       tata
d.      kedekatan
e.      semua benar
8.       Sedekah wajib ada yang wajib dan ada yang sunah, sedekh wajib yaitu….
a.       Zakat
b.      Infak
c.       Sadaqah
d.      Hadiah
e.      Wasiat
9.       Shalatitu dapat menyucikan dirinya dari segala perbuatan….
a.       syirik
b.      Nifak
c.       Fisq
d.      Kufur
e.      Zolm
10.   Berdasarkan QS. Al Baqarah Ayat 267 bahwa orang yang benar-benar beriman, niscaya akan ….
a.       Menafkahkan sesuatu yang baik
b.      Menafkahkan hartanya
c.       Menafkahkan jiwanya
d.      Menafkahkan raganya
e.      Menafkahkan jiwa raganya

II.         Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan jelas dan tepat !
a.    Jelaskan fungsi salat dan zakat berdasarkan QS. Al Ma’arij ayat 24-25!
b.   Jelaskan kandungan QS. Al Baqarah Ayat 268!
c.    Jelaskan kandungan QS al Ma’arij Ayat 24-25!
d.   Sedekah wajib dan yang sunnah. Jelaskan!
e.   Dalam al Qur’an banyak ayat yang menjelaskan hubungan salat dan zakat. Jelaskan maksud dari hubungan tersebut!

Tidak ada komentar

* Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar yang relevan dengan isi artikel
* Berikan tanda centang pada "beri tahu saya" untuk mendapat notif balasan
Terima kasih sudah mampir, ditunggu kunjungan berikutnya !

Diberdayakan oleh Blogger.