Menjelajahi Kuliner Nusantara di Pasar Malam Tjap Toendjoengan


Saat menginjakkan kaki di Surabaya untuk mengenyam bangku perkuliahan,
 ada banyak pertanyaan yang ingin aku ajukan
 "Surabaya punya wisata apa aja sih?", "Kulinernya apa aja sih?"
 jangan-jangan Surabaya tidak punya kuliner khas. Bisa stress nih kuliah di Surabaya.

***

Dengan berat badan 45 kg dan tinggi 173 cm memang tidak banyak yang mengira bahwa saya adalah pecinta kuliner Indonesia. Naluri untuk menjelajahi setiap penjuru Nusantara yang kaya akan ragam jajanan dan kuliner begitu menggebu. Cita rasa daerah yang begitu kental memang membuatnya semakin istimewa. Setiap daerah biasanya punya kuliner khas yang sangat sarat akan histori. Namun awalnya saya mengira Surabaya tidak ada tempat wisata kuliner tradisional atau makanan khas.

Hati ini begitu gembira ketika mendengar ada kabar ada pasar malam yang begitu lengkap dengan kuliner tidak hanya khas Surabaya namun juga Indonesia. Ya, Pasar Malam Tjap Toendjoengan. Begitulah nama pasar malam yang diselenggarakan untuk memperingati Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-724. Nampak begitu aneh bagiku yang masih setahun menetap di Kota Pahlawan ini. Tapi aku tahu bahwa Surabaya sedari dulu terkenal dengan kelezatan kulinernya. 


Lidah ini sudah tidak sabar mencicipi melipahnya pilihan kuliner dari ratusan gerai. Acara ini sudah memasuki tahun ke sembilan yang dihelat selama sebulan lebih mulai dari 4 Mei hingga 4 Juni 2014. Pada Kamis, 25 Mei 2017 kuberanikan diri ini mampir sejenak di  East Cost Pakuwon City Surabaya sembari melepas beban tumpukan tugas kuliah.


Sejarah Pasar Malam Tjap Toendjoengan


Tidak lengkap rasanya jika tidak mengetahui bagaimana sejarah digelarnya Pasar Malam Tjap Toendjoengan ini. Dengan mengenal sejarah barangkali akan semakin cinta dan bakal kangen dengan acara tahunan ini. Seperti namanya yakni "Pasar Malam Tjap Toendjoengan" maka pasar malam ini digelar untuk mengenang kembali kawasan Tunjungan yang dulunya menjadi pusat perbelanjaan yang kini sudah digusur. Dengan adanya pagelaran ini, maka harapannya pasar tradisional tetap lestari di Kota Pahlawan.


Adapun tema yang coba diangkat adalah Kampoeng Melayoe. Hal ini begitu kental nuansa Melayu mulai dari backdrop sampai set panggung dengan dipadukan dekorasi khas tradisional jawa tempoe doloe tidak pernah hilang. Hal ini semakin menambah kesakralan pasar malam ini yang memang begitu legendaris. 



Lebih Higienis Dengan Transaksi Non Tunai

Pasar Malam Tjap Toendjoengan tahun ini mencoba membuat sebuah terobosan baru. Biasanya ketika hendak membeli makanan selalu identik dengan uang kertas namun tidak untuk tahun ini. Seperti yang telah kita ketahui bahwa uang kertas (tunai) ternyata membawa banyak infeksi yang dapat menyebabkan berbagai penyakit. Bahkan, uang kertas dianggap lebih kotor dari pada toilet umum. Dalam sebuah penelitian menunjukkan bahwa satu lembar uang kertas bisa memiliki 135.000 bakteri. Bayangkan jika bakteri tersebut menempel ditangan dan masuk ke tubuh kita. Sungguh mengerikan, bukan?

Kartu Brizzi: Makan Nikmat Tanpa Takut Kuman

Oleh karena itu, dalam pagelaran Pasar Malam Tjap Toendjoengan 2017 ini semua transaksi tidak lagi dilakukan secara tunai melainkan lewat pembayaran kartu Brizzi (Milik ATM BRI). Hal ini juga dilakukan sebagai upaya untuk terus mendongkrak transaksi non-tunai. Bagi yang tidak memiliki ATM BRI tidak perlu khawatir karena sudah tersedia banyak stand-stand BRI yang melayani pembelian kartu khusus tersebut.

Untuk harga kartu Brizzi sendiri dibanderol Rp 20.000 belum termasuk Top Up (saldo). Jadi semisal membayar Rp 100.000 maka akan mendapatkan Top Up sebesar Rp 80.000. Kalau saldo tidak habis, bagaimana? Tenang saja, ada fasilitas refund kok. Cukup kembalikan saja kartu Brizzi ke stand-stand BRI otomatis saldo yang tersisa dapat diuangkan kembali dan biaya kartu juga akan dikembalikan.

Dengan hadirnya sistem pembayaran non-tunai yang coba dihadirkan di Pasar Malam Tjap Toendjoengan, harapannya masyarakat semakin teredukasi dan semakin tinggi tingkat lliterasi keuangan. 



Kuliner Lengkap: Semua Ada Disini!


Apakah kalian seorang mahasiswa rantau yang sedang berkuliah atau domisi di Surabaya?

Sedang kangen menikmati kuliner kampung halaman kalian?

Kini saatnya kalian temukan kuliner daerah asal kalian di Pasar Malam Tjap Toendjoengan ini. Ada sekitar 500 hingga 600 menu baik makanan dan jajanan Nusantara. Mulai dari nasi liwet, lontong balap, bubur Madura, ronde, rujak cingur, nasi Bali, gudeg, aneka sate, semanggi, lontong kupang, pempek, tahu tek, rawon, dan masih banyak lagi. Jadi, makanan yang tersedia tidak hanya khas Surabaya.

Menyantap kuliner semakin nikmat dengan  tontonan tradisional seperti ludruk, ketoprak, dan berbagai lomba seperti lomba makan krupuk, memasak, dan sebagainya. Tidak sekedar makan, kenyang, dan pulang tapi juga ada unsur kebudayaan dan perlombaan yang coba dihadirkan.



Pengunjung Beragam Tidak Hanya Surabaya

Pasar Malam Tjap Toendjoengan selama ramai dikunjungi tidak hanya warga Surabaya tapi juga luar provinsi hingga mancanegara. Saya pun kesulitan mencari tempat duduk karena memang animo masyarakat sangat besar. Rasanya tidak pernah sepi. Saya pun berkesempatan untuk mewawancarai Yoga dari Bekasi yang mampir di Pasar Malam Tjap Toendjoengan ini. Simak keseruan dan kemeriahannya dalam video dibawah ini:



Bagaimana? Meriah sekali, bukan? Pasar Malam Tjap Toendjoengan memang menjadi "surga" pecinta kuliner. Tidak heran jika begitu ramai dengan kulinernya yang selalu menggoda lidah. Semakin Bangga Surabaya karena acara ini tentu menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan kuliner khas Surabaya dan Nusantara sekaligus menghidupkan pasar tradisional.


Selain Pasar Malam Tjap Toendjoengan, ada beberapa acara lain yang digelar untuk memeriahkan Hari Jadi Kota Surabaya yang ke-724. Penasaran apa saja agendanya? Berikut infografisnya:



Pasar Malam Tjap Toendjoengan tidak hanya tentang bagaimana mengisi perut. Lebih dari itu yakni sebagai upaya kembali menggairahkan kuliner lokal untuk di perkenalkan kepada global (dunia). Sudah seharusnya mencintai kuliner lokal karena itu merupakan identitas bangsa kita. Ceritakan pada anak cucu kita nanti bahwa makanan dan jajanan Indonesia itu memang mendunia dan tiada duanya.

Lewat blog sederhana inilah saya mengajak para pembaca, khususnya wilayah Surabaya dan sekitarnya, untuk mampir sejenak bersama keluarga, teman atau kolega. Rayakan Hari Jadi Kota Surabaya secara aktif dengan turut menjadi bagian dari Pasar Malam Tjap Toendjoengan. Jangan ngaku pecinta kuliner kalau belum mampir di Pasar Malam Tjap Toendjoengan. Ayo,  Rek! 

18 komentar:

  1. Rame sekali ya pasar malam tjap toendjoengan, moga rutin digelar setiap tahun

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya rame banget, sampek gak kebagian kursi aku..

      Hapus
  2. harus beli Brizzi ya kalau mau beli makanan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya mbak, karena udah dikasih pengumuman "semua traksaksi harus non tunai alias pakai BRizzi" lebih mudah dan sehat kok hehe

      Hapus
  3. baru tau kalau ada pasar malam cap tunjungan masih buka ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. masih gan, buka sampek tanggal 4 Juni mulai jam 6 sore, buruan mampir gan

      Hapus
  4. mantab gan kapan2 main ke surabaya lah abis lebaran

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo sekarang aja, mumpung masih buka pasar malamnya wkwk

      Hapus
  5. Wah baru tahu ada pasar malam ini, padahal bertahun2 loh aku tinggal di Sby (sebelum pindah Jakarta). Mudahan pasar malam ini masih akan diselenggarakan secara rutin di masa yg akan datang ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, biar para generasi muda gak lupa dengan kuliner kuliner ciamik surabaya

      Hapus
  6. Waow itu keren sekali, ada transaksi non tunainya. Kemaren saya baru saja dapat uang 20ribuan aga rusak, penjualnya agak gimana gitu saat nerima uang nya, sayanya juga jadi nggak enak. Sip dah pokonya transaksi non tunia ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mas, uang itu emang banyak kuman apalagi uang yang udah "lupuk' / rusak pasti banyak kuman, jadi mending non-tunai aja lebih sehat dan mudah..

      Hapus
  7. Lah kok aku baru tahu ya....wkwk
    Ajak ajak lah zam heheheh

    BalasHapus
  8. Lebih bersih dengan brizi ya... Aman dan praktis

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya gan, emang uang itu sumber kuman, apalagi ini pasar malam berhubungan dg makanan jadi harus diantisipasi salah satunya dg menggunakan transaksi non-tunai

      Hapus
  9. wah keren ya pasar malamnya , pasti kalau aku kalap apa saja dibeli

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga tiap tahun selalu diadakan terus yaa..

      Hapus

* Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar yang relevan dengan isi artikel
* Berikan tanda centang pada "beri tahu saya" untuk mendapat notif balasan
Terima kasih sudah mampir, ditunggu kunjungan berikutnya !

Diberdayakan oleh Blogger.