Tinggalkan Tempat Kerja Pribadimu, Bergabunglah Bersama EV Hive Coworking Space

Ketika kuliah baru menginjak semester dua, tiba-tiba ada seorang HRD merayu diriku untuk masuk ke tim social media marketing di sebuah perusahaan swasta Surabaya. Bagi saya, itu adalah suatu kebanggaan ditengah sulitnya masuk dunia kerja bagi mereka yang sudah sarjana sekaligus momentum meningkatkan taraf ekonomi anak kos. Awalnya, saya menganggap kerja di bagian social media marketing bisa dikerjakan dimana saja tanpa harus datang ke kantor, namun ternyata tidak. Saya harus masuk kantor disela-sela kesibukan sebagai mahasiswa.

Hari pertama masuk kantor, saya seperti di 'dunia lain'. Sebuah fenomena yang mana orang disekitar sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Ada yang sedang fokus dengan laptopnya, ada yang asyik bertelepon dengan customer dan lain sebagainya. Sebenarnya saya ingin berinteraksi dengan para rekan kerja, namun ternyata sulit untuk dilakukan. Kemudian kepenatan dan kemalasan datang menghampiri menurunkan produktivitas diri. Singkat cerita, saya tidak betah dengan lingkungan kerja seperti itu. Akhirnya, saya pun memutuskan mundur sekaligus untuk fokus kuliah.

***

Dari pengalaman saya tersebut, setidaknya membawa pesan bahwa lingkungan kerja turut mempengaruhi produktivitas. Para entrepreneur dan startup yang menjamur seperti cendawan di musim hujan butuh saling menguatkan satu sama lain. Hal tersebut didukung dengan data BPS yang menunjukkan ratio wirausaha sudah naik menjadi 3,1 persen (Maret 2017) dari yang sebelumnya pada 2013/2014 lalu masih berkutat pada angka 1,67 persen. Saya yakin jumlah ini akan terus meningkat seiring dengan akselerasi bisnis dan gairah bisnis yang mulai membaik.

Beberapa orang lebih memilih menjadi entrepreneur karena didasari pada beberapa alasan. Seperti jam kerja yang fleksibel, bisa bekerja tanpa tekanan dan bebas berkreasi tanpa batas. Agaknya saya menjadi sepakat dengan ungkapan “Lebih baik jadi bos di usaha sendiri meskipun kecil daripada ikut orang lain meskipun perusahaan besar.”

Saking bebasnya menjadi entrepreneur, seringkali justru membuat produktivitas menjadi lesu karena kurangnya dukungan dari sekitar. Terlebih bagi orang yang tidak punya tempat kerja pribadi akan membutuhkan space untuk bisnisnya. Butuh tempat yang tidak sekedar mengungsi tapi juga sumber inspirasi dan kolaborasi.

Well, kalian mungkin akan menjawab “bagaimana dengan nongkrong di warung kopi dengan secangkir kopi hangat atau bekerja di rumah bersama buah hati tercinta?”
Tidak! Saya tidak mengatakan kalau bekerja di warung kopi (kafe) atau di rumah itu salah. Tapi, beranikah kalian menjamin saat di warung kopi konsentrasi dapat bertahan tingkat tinggi? Atau rumah yang terhindar dari virus ngantuk serta jauh dari gangguan anak yang ingin ikutan bekerja? Jika ada sebuah tempat yang lebih kondusif, comfortable dan ajang bersinergi, why not?

Dan tempat itu bernama Coworking Space.



Coworking space merupakan sebuah tempat berkumpulnya para entrepeneur (mulai dari freelance, blogger, desainer, blogger traveller, startup dan sebagainya) yang saling berbagi dan bersinergi bersama. Tidak hanya bagi mereka yang sudah bekerja, kalian yang belum bekerja atau mahasiswa, dapat turut bergabung untuk menambah wawasan sekaligus membangun relasi.


Intinya, disini tak hanya menekankan pada aspek kumpul-kumpul tapi juga ada connectivity antar sesama pengguna coworking space. Yang pasti akan banyak berbagi nilai-nilai kehidupan dan profesional dari mereka yang berasal dari latar belakang yang berbeda-beda.


Dewasa ini, coworking space menjadi peluang bisnis baru yang menyasar para entrepreneurship dan startup. Apalagi di era teknologi, semua butuh sinergi dan kolaborasi untuk mengembangkan bisnis secara cepat. Memang coworking space terlihat seperti percampuran antara kedai kopi, rumah, dan kantor. Namun, aspek fundamental yang membedakkannya adalah interaksi atau kegiatan yang terjadi di dalamnya. Disinilah akan begitu kental suasana berbagi, menghormati, dan saling percaya sesama pengguna coworking space.




Pada mereka yang masih setia menggunakan tempat kerja pribadi adalah tepat membaca tulisan ini. Disini saya mencoba untuk mencerahkan bahwa sebenarnya coworking space jauh lebih menguntungkan daripada tempat kerja pribadi. Setidaknya ada tujuh alasan mengapa kalian harus bekerja coworking space daripada tempat kerja pribadi. Simak penjelasan berikut:



Bayangkan berapa uang yang harus dikeluarkan untuk membeli atau menyewa sebuah ruko ataupun kantor? Belum lagi biaya tambahan yang harus dikeluarkan untuk peralatan kerja didalamnya: wifi, alat kantor, listrik, meja dan kursi. Daripada pengeluaran semakin deras akan lebih baik jika dialokasikan untuk hal yang lebih penting lainnya, kan?
Coba bandingkan dengan coworking space yang sudah komplit dan mendukung ekosistem bisnis dibanderol dengan harga terjangkau sesuai kebutuhan. Pun sudah lengkap dengan fasilitasnya mulai dari internet berkecapatan kencang, peralatan kantor, tanpa bayar listrik hingga secangkir kopi yang siap menjadi teman bercerita bersama kolega. Sudah jelas, coworking space lebih rendah biaya.



Jaringan atau networking sangat mahal harganya di era persaingan bisnis yang kejam. Pada mereka yang datang dari berbagai latar belakang dan bisnis yang berbeda dapat menjadi sumber ilmu baru. Tak sekedar bertukar kartu nama dan menggelar makan siang bersama, tapi juga saling bertukar ide, gagasan, dan memotivasi.
Beberapa coworking space rutin menggelar workshop (weekly event) dan gathering untuk semakin memperkuat relasi. Tempat kerja pribadi belum tentu dapat relasi secara masif.




Para pengusaha sering memunculkan ide-ide brilian pada waktu yang tak diduga. Artinya, tidak bisa dipaksa harus muncul ide karena butuh banyak waktu untuk berkontemplasi. Inilah yang menjadi sebuah keuntungan menggunakan coworking space karena jadwal yang lebih fleksibel.
Coworking space bisa jadi pilihan bekerja pagi hingga malam hari. Tak perlu takut sendirian, karena sudah pasti banyak coworker yang siap menemani ngopi sekaligus ngepoin bisnismu.



Katakan merdeka jika sebelumnya kalian adalah seorang karyawan yang dikekang dalam hal pakaian. Misalnya harus berbaju putih berdasi memakai pantofel dan lain sebagainya. Formal dan justru bikin sebal?
Nah, coworking space membebaskan semua yang datang untuk berpakaian sesuai ekrespisi diri asalkan tetap sopan. Tak ada larangan kaku yang membuat gayamu mati kutu.



Banyak yang lebih suka bekerja sambil duduk di sofa, ada yang lebih nyaman duduk di meja model persegi. It’s about your choice. Semua pengguna bebas mencari tempat di semua sudut coworking space sesuai selera pribadi. Beberapa coworking space juga menawarkan ruang pertemuan khusus yang dapat booking ruangan untuk meeting.
Jangan lupa ada rak-rak buku yang berisi ilmu dunia bisnis bagi yang haus pengetahuan atau ada secangkir kopi untuk mengawali ngobrolmu. Aneka hiburan dan permainan juga ada untuk membuat rileks.



Melihat orang-orang beinteraksi dan bekerja secara produktif akan menambah semangat dalam bekerja. Daripada hanya duduk sendirian di rumah atau tempat kerja pribadi, maka di coworking space menjadi tempat terbaik untuk menginspirasi dan terinspirasi oleh orang-orang di sekitar.
Belum lagi, desain ruangan juga sudah dioptimalkan untuk merangsang produktivitas. Mulai dari warna bangunan, bahan furniture, aksesoris hingga pencahayaan. Jangan salah ada tumbuhan hijau di dalam ruangan yang membuat mata kembali segar.



Bertemu dengan mereka yang punya keahlian di berbagai bidang menjadi peluang terbukanya kolaborasi sekaligus potensi klien baru. Beda halnya dengan ruang kerja pribadi yang isinya hanya seorang diri.
Saling berkolaborasi sangat bagus untuk melebarkan sayap bisnis, terutama para penggagas startup. Simbiosis mutualisme dapat kalian ciptakan dengan bebas kepada siapa saja. Tak perlu jauh, temukan mereka yang ada disekitar meja coworking spacemu!




Tidak hanya mencari pasangan hidup yang ideal, memilih coworking space pun juga harus ideal. Bila salah memilih coworking space sudah pasti mengacaukan feel dalam bisnis. Lantas, seperti apa coworking space yang ideal bagi pengusaha di era teknologi? 

Jawabannya adalah EV Hive.


EV Hive merupakan coworking space dengan misi untuk mengembangkan ekosistem startup (perusahaan teknologi) Indonesia. Kombinasi yang padu antara coworker, space dan teknologi menjadi sebuah racikan pas untuk mengembangkan bisnis secara cepat. Bukan hal yang berlebihan jika saya mentasbihkan EV Hive menjadi salah satu coworking space ideal karena beberapa hal berikut:


Apalah jadinya jika coworking space tidak ditopang dengan fasilitas yang mumpuni. Namun, hal tersebut tidak berlaku untuk Ev Hive.
Dengan beragam fasilitas yang ada, para coworker bisa menggunakannya untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam bekerja, sebut saja:

High speed internet : menunjang proses upload dan download dengan lancar tanpa batas.
Beautiful workspace : design bangunan yang merangsang produktivitas hingga 15 persen.
Mailing address : memudahkan alamat surat menyurat kalian.
Free flow coffee : yang bebas dinikmati siapa saja yang mau berbagi gula.
Storange space : untuk menyimpan barang pribadi.
Weekly event :  upgrade wawasan kalian dengan menghadirkan para expert dibidangnya.


Salah satu aspek penting dalam memilih coworking space adalah sesuai dengan kebutuhan.
Jika kalian tipe pekerja yang sering berpindah-pindah lokasi kerja, maka opsi Daily Pass dapat menjadi pilihan. Ada juga Dedicated Desk yang cocok untuk 1-10 orang dengan kelengkapan komputer dan printer, dan loker untuk kebutuhan pengarsipan. Dan masih banyak lagi pilihan-pilihan plans yang dapat kalian pilih sesuai kebutuhan.


EV Hive memiliki member platform tersendiri dimana kamu bisa berinteraksi dengan coworker lain, booking ruangan untuk meeting, membayar membership kamu, serta tetap update dengan promosi dari EV Hive. Karena bebasis online jadi semakin mudah, bukan? Daftar aja disini.

EV Hive dan Pemprov DKI bekerjasama dengan tujuan untuk menciptakan ekosistem teknologi yang lebih produktif dan berkelanjutan sehingga dapat memperbaiki ekonomi secara keseluruhan. Tidak heran jika pemerintah DKI Jakarta mendukung EV Hive sebagai sarana pengembangan startup dari kota Jakarta.
Sinergi pemerintah dan EV Hive diharapkan akan memunculkan startup-startup baru yang mampu bermanfaat bagi warga Jakarta khususnya. Sesuai visi yang antara lain keinginan untuk memperkuat hubungan sekaligus menjembatani antara penggiat startup digital dengan pemerintah, terutama pihak regulator.


Hal lain yang membedakan EV Hive dengan coworking space lain adalah adanya dua program unggulan yakni Student Ambasador dan EV Classes.


Di Student Ambasador mencari para putra-putri Indonesia terbaik untuk mengembangkan keterampilan kepemimpinan mereka dan keterampilan teknis yang telah diajarkan di kampus. Sedangkan EV Classes membuka kesempatan untuk terhubung dengan mitra dan anggota EV Hive sehingga mendapatkan wawasan baru yang tidak ada di tempat lain.



Bagi saya, membayangkan EV Hive itu seperti rumah kedua. Hangatnya interaksi sesama coworker ditemani secangkir kopi adalah yang paling dinanti. Ingin juga menjelajahi semua sudut ruangan EV Hive untuk merasakan sensasi bekerja tak biasa. Tak sabar untuk berpartisipasi dalam beragam acara mulai dari diskusi, gathering, seminar, sesi mentor secara gratis. 

Barangkali akan ide-ide brilian akan bermunculan karena terangsang dengan lokasi dan orang yang ada didalamnya. Kalian tentu juga menginginkan sekali, bukan?



Maka tidak menjadi salah untuk kalian mampir langsung ke EV Hive yang sudah tersebar ke beberapa lokasi di Jabodetabek, sebagai berikut ini:





Punya pertanyaan? EV Hive selalu terbuka untuk menjawab pertanyaan dari kalian 
tapi jangan lupa follow sosial medianya: 
Line @evhive | Email info@evhive.co | WhatsApp +62 8787 1111 880

"Jadi, kapan kalian mau ke EV Hive?" Come join us, growing together!

Tidak ada komentar

Terima kasih sudah berkomentar. Salam sukses selalu untukmu! Jangan bosan mampir di blog ini.

Diberdayakan oleh Blogger.