GO TRASH, Aplikasi Ojek Sampah Untuk Daur Ulang di Surabaya

SURABAYA, kota pahlawan yang menyimpan sejuta kisah heroik di dalamnya. Dengan total jumlah penduduk 2,765 juta (Sensus 2010), kota metropolitan terbaik se-Indonesia ini tidak mungkin tidak memiliki problematika sosial. Memang tugas kita tidaklah seberat Bung Tomo yang melawan pasukan Britania Raya, namun setidaknya jangan sampai kita sendiri yang membuat masalah baru.

***

Pernah melihat foto ini sebelumnya? 

foto by d-onenews.com

Siapa sangka perempuan dengan jas hujan dan sepatu boot merah itu adalah Ibu Risma, Wali Kota Surabaya. Senin (23 Oktober 2017), sekalinya Surabaya diguyur hujan barulah mengemuka masalah baru bagi kota pahlawan ini. Pada gambar tersebut bisa dilihat bagaimana sampah-sampah plastik dibuang bukan pada tempatnya sehingga menjadi wajar menyebabkan saluran air tersumbat. Banjir sampah di selokan sekitar jalan Dharmawangsa ini hanya salah satu contoh konkrit akan kurangnya kesadaran masyarakat dalam mendaur ulang atau mendayagunakan sampah. Jangankan mendaur ulang sampah, mengumpulkan dan membuang pada tempatnya saja masih tak mampu. 

Dari data yang dihimpun SURYA, sampah di Surabaya menyentuh angka 2000 ton per hari. Dari jumlah itu, hanya 500an ton yang bisa diolah sampai saat ini. Sedangkan 1400an lebih sisanya harus diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Menariknya, penyumbang volume sampah terbesar untuk saat ini merupakan sampah jenis plastik. Sebagaimana telah diketahui, bahwa sampah plastik itu sangat sulit terurai, butuh waktu sampai ratusan tahun baru bisa hancur. Kalau tidak ada upaya recycle maka akan terus tertimbun dan sampah di Kota Surabaya kian meningkat. 


Surabaya bukanlah kota baru dalam ranah Smart City. Kiprahnya sudah ada sejak 2002 dengan memiliki elektronik SDM untuk tes CPNS, dan semua prosesnya melalui online. Tidak heran beragam prestasi sudah ditorehkan seperti Kota Smart City Terbaik 2016. Konsep smart city yang diusung Surabaya terus dikembangkan agar semakin menghadirkan tata kelola kota yang baik. Apalagi diprediksi pada tahun 2045, sekitar 85% orang akan berpindah ke kota.


Surabaya menjadi contoh kota atau kabupaten lain untuk turut bergabung pada Gerakan 100 Smart City. Dalam dua tahun ke depan pemerintah akan memilih 75 kota/kab lain untuk mewujudkan 100 smart city di Indonesia pada 2019. Pemilihan kota/kabupaten program menuju 100 smart city akan diukur terlebih dahulu kesiapan visi, regulasi, SDM serta potensi daerahnya. Selain itu, ada indikator-indikator yang digunakan dalam pemilihan smart city seperti: indeks kota hijau, Indeks kinerja pemerintah daerah, kemampuan keuangan daerah dan indeks kota berkelanjutan.

Saya optimis apabila GO TRASH ini diterapkan di Surabaya, maka akan mendapatkan antusias dari masyarakat yang besar. Isu lingkungan memang menjadi masalah yang serius bagi pemerintah Surabaya. Apalagi sebagai kota metropolitan, tata kelola sampah harus dikelola secara terpadu.


GO TRASH adalah sebuah aplikasi yang memfasilitasi masyarakat untuk menjual sampahnya kepada para UMKM yang butuh pasokan sampah plastik sebagai bahan produk kreatif. Aplikasi ini terintergrasi dengan para driver ojek yang nantinya menjemput sampah ke rumah masyarakat secara langsung. Oleh karena itu, masyarakat hanya tinggal mengumpulkan saja tanpa perlu menyetorkan atau menjual sendiri.

Beberapa fitur yang ada dalam aplikasi ini sebagai berikut:

PICK UP TRASH

Setelah sampah terkumpul dan dipilah, maka masyarakat dapat menggunakan fitur jemput sampah. Artinya, akan ada semacam driver yang akan datang ke rumah dengan tujuan mengambil sampah tersebut. Nantinya sampah tersebut akan diberikan pada pihak umkm untuk daur ulang menjadi produk berdaya jual. Tentu ada batas jumlah sampah minimum untuk efektivitas dalam praktiknya.

SALDO

Tentunya setiap sampah yang terkumpul dihargai dengan adil, berdasarkan jenis dan berat sampah. Saldo tabungan akan tampilkan dalam aplikasi agar memudahkan dalam pencatatan dan update saldo. Saldo tabungan ini dapat dicairkan secara tunai, trasnfer ke bank atau sebagai alat membeli produk sampah.


TRASH SHOP

Seperti yang telah dijelaskan tadi, bahwa sampah yang terkumpul tidak langsung dibakar atau dihancurkan. Namun ada upaya daur ulang untuk menciptakan produk yang berkualitas. Nantinya para umkm dapat memasang produknya di aplikasi ini dengan harapan masyarakat luas dapat membelinya secara online.


MEMBER OF THE YEAR

Suatu program perlu ada push and reward agar peran masyarakat kian termotivasi. Dalam hal akan ada reward bagi mereka pengumpul sampah plastik terbanyak. Diharapkan adanya Member of the Year semakin meningkatkan partisipasi masyarakat akan pengumpulan sampah sehingga sampah tidak lagi dibuang secara sembarangan.



Pada praktiknya, Alur GO TRASH terdiri dari 5 tahapan yang saling ketergantungan. Masyarakat disini diharapkan berperan aktif dalam mengumpulkan sampah sehari-hari sehingga tidak membuangnya sembarangan. Untuk meningkatkan minat masyarakat menggunakan aplikasi ini maka reward pun diberikan. Berikut alur lengkap GO TRASH ini:
Tidak hanya pemerintah, pihak UMKM juga harus berpartisipasi aktif untuk merespon aplikasi ini. Sebab, UMKM akan lebih mudah dapat mendapatkan bahan baku produksi kerajinan sampah sekaligus mengurangi jumlah sampah plastik di masyarakat. Keberhasilan konsep ini bergantung pada sinergi semua pihak.


Ide yang baik tentu butuh rancangan implementasi yang matang pula. Hal ini dilakukan agar masyarakat punya awareness sehingga tergerak hati untuk menggunakan aplikasi GO TRASH. Setidaknya ada tiga tahapan sosialisasi yang dilakukan sebagai berikut:

Gerakan Peduli Sampah Plastik
Sosialisasi gerakan dilakukan agar masyarakat teredukasi dalam bagaimana memilah sampah dan terkait program yang hendak dijalankan. Dimulai dari hal sederhana, misalnya memisahkan sampah-sampah yang layak dan bisa didaur ulang.

Pembentukan Duta Sampah
Duta sampah disini diartikan sebagai pelopor dan penggerak masyarakat agar konsisten dalam mengumpulkan sampah. Bila antusias masyarakat dalam mengumpulkan sampah sudah baik, Duta Sampah juga dapat memberikan edukasi kepada masyarakat bagaimana pengolahan sampah plastik menjadi produk daur ulang bernilai jual. Sehingga, tidak hanya pada tahap mengumpulkan tapi juga mendayagunakan.

Kemitraan dengan UMKM di Gang Dolly
Ada apa dengan Gang Dolly? Sebagaimana Gang Dolly telah berubah wajah menjadi kampung wisata edukasi sehingga menjadi pas jika sampah-sampah plastik tersebut diolah para masyarakat disana. Melibatkan masyarakat sebagai wujud pemberdayaan kreatif dan partisipatif. Selain Gang Dolly, di Surabaya juga banyak UMKM yang sudah fokus pada daur ulang sampah, seperti Tris Flower (Daur Ulang Jambangan Surabaya). Sehingga tidak perlu khawatir akan pengelolaan sampah sendiri, pun yang terbaru sampah plastik juga dapat dijadikan sebagai BBM.


Semoga aplikasi GO TRASH ini dapat diimplementasikan Pemerintah Kota Surabaya khususnya, dan kota atau kabupaten lain untuk semakin mewujudkan Smart City di Indonesia. Adanya Smart City akan membuat tata kelola menjadi lebih baik dan terpadu. Dan lagi-lagi, masyarakat yang akan diuntungkan. #Menuju100SmartCity

Ini ideku untuk Surabaya Smart City, kalian punya ide lain untuk kotamu?
Boleh tulis di kolom komentar, guys!

Tidak ada komentar

Terima kasih sudah berkomentar. Salam sukses selalu untukmu! Jangan bosan mampir di blog ini.

Diberdayakan oleh Blogger.