Menulis di Blog dapat Mobil, Haruskah Membuat Blog?

Menurut saya, Anugerah Pewarta Astra 2017 adalah lomba menulis dengan hadiah terbesar sepanjang sejarah. Bayangkan saja, Juara 1 mendapatkan Mobil Daihatsu Ayla Type M AT, dan juara lain dapat motor, kamera, hingga smartphone. Tentu saja ini menjadi sebuah apresiasi luar biasa yang diberikan Astra Internasional kepada para penulis, khususnya blogger, untuk terus berkarya.


Namun, ada sebuah fenomena baru yang saya temui. Orang (lebih dari satu orang) secara mendadak menodong saya untuk diajari cara menulis artikel blog, cara membuat blog, hingga cara menjadi juara. Tidak! Itu tidak sepenuhnya salah. Sebenarnya saya memang harus membagikan ilmu-ilmu yang saya peroleh terlepas dari "mbah google" dengan banyak tutorial membuat blog. Permasalahannya adalah jangan terlalu memaksa untuk bisa menulis. 

Menulis tidak sebegitu instan dan mudah. Saya tidak bermaksud menakut-nakutimu yang mau menulis, tapi ubah pola pikir kalau menulis adalah proses instan. Jam terbang dan kontemplasi amatlah penting. Dibalik sebuah hasil ada proses panjang yang berdarah-darah.

Saya sendiri saat masih dibangku SMP menjadi admin di salah satu fanspage Bulutangkis tanpa dibayar. Eh, pernah sekali dibayar pulsa 50 ribu dan dapat pulsa dari hasil menjual fanspage karena fokus UN. Tugas saya jadi admim hanya memberikan informasi-informasi seputar bulutangis yang diambil dari website kemudian diposting di fanspage. Kemudian mulai ada sebuah keinginan untuk bisa menulis artikel sendiri seputar bulutangkis, yang lebih bertipe opini.

Masa-masa itu, saya sekedar menulis mengalir saja: tidak terlalu mementingkan teknik atau tata bahasa. Menjadi mudah karena dalam diri saya sudah begitu cinta dengan bulutangkis. Pun juga tidak mementingkan menang kalah karena tujuannya hanya informatif dan membagikan sudut pandang. Sekalipun tidak dibayar, hati juga senang karena unek-unek di kepala berhasil tersalurkan lewat medium tulisan. Banyak yang bilang kalau tulisan saya acak-acakan bahkan dibully para followers fanspage tersebut. Udah kebal dengan begituan.

Saat ada kompetisi menulis artikel bulutangkis di facebook, saya memberanikan diri untuk ikut. Berbekal pengalaman ng-admin, saya rasa menjadi kelebihan dari peserta lain. Hadiahnya nggak banyak: pulsa 50 ribu kalau tidak salah. Kalau nggak salah juga saat itu saya pemenangnya, hehehe.

Salah satu teman saya yang dulu pernah sama-sama mengelola admin juga masih ingat betapa "jeleknya" tulisan saya: banyak typo dan sulit dipahami. Tapi itu namanya proses. Sampai sekarang pun saya masih berproses menjadi lebih baik. Apalagi begitu menyenangkan karena di perkuliahan banyak materi terkaitan penulisan kreatif dan jurnalistik. 

Dari tulisan yang agak alay kemudian mulai hijrah ke berbau ilmiah di masa SMA. Kemudian di perkuliahan kembali belajar menulis kreatif dan teknikful. Produk tulisan lebih banyak feature, hardnews dan opini (essay). Masih banyak gaya (genre) tulisan yang belum saya kuasai sehingga masih kurang pantas rasanya jika disuruh memberikan pelatihan menulis apalagi memotivasi orang lain untuk menulis.

Yang terpenting dari proses menulis adalah menulislah dengan hati. Pembaca tentu akan merasakan sesuatu yang beda jika produk tulisan itu dibuat dengan hati yang tulus. Kalau kata dosen saya, menulis harus ada emosi agar tulisan tidak datar. Jadi, menulis tidak bisa dipaksakan. Apalagi bagi orang yang sebelumnya tidak ada basic menulis kemudian dipaksa untuk menulis. Penting juga untuk nggak baperan jika tulisanmu tidak dibayar. Anggap saja hadiah atau bayaran dari menulis sebagai bonus.

Artinya, untuk mendapatkan hadiah bahkan sekalipun mobil, kalian tidak harus membuat blog. Artikel ini bukan berarti melarang kalian bikin blog apalagi bermaksud mengurangi saingan blog. Tidak. Tapi, saya hanya ingin menyadarkanmu bahwa ada banyak jalan menuju Roma. Menulis hanya salah satu jalan untuk berkarya dan mendapatkan apresiasi.

Menulis bukan fardhu 'ain (wajib dan berdosa jika tidak dilakukan) tapi lebih tepatnya mubah (boleh) selama yang ditulis berfaedah.

Jika kamu sebelumnya punya passion dalam editing video, misalnya, kembangkan bidang itu secara mendalam. Punya kecintaan pada fotografi kembangkan dan explore lebih advance lagi. Justru sekarang lebih banyak lomba membuat video atau foto daripada ngeblog. Dan masih banyak bidang lain yang membuatmu jatuh hati sampai rela melakukan tanpa dibayar sekalipun: entah itu menari, penelitian, duta-dutaan dan sebagainya.

Jalan rezeki itu banyak, tidak usah khawatir. Bukankah rezeki sudah diatur oleh-Nya? Benar, tugas kita hanya berikhtiar (berusaha) semampunya. Kalau boleh curhat sedikit, saya dulu adalah kuis hunter di twitter. Pernah kapan hari mau dapat motor kemudian hangus gara-gara saya telat memberikan data nomor HP. Itu terjadi karena kuisnya berlangsung secara live di televisi, sehingga yang menang akan ditelepon langsung. Sayangnya, saya telat semenit untuk memberikan nomor HP sehingga dialihkan ke pemenang yang lain. Maklum sih, acara televisi yang begitu terjadwal dengan rapi.
Sempat ada penyesalan, bahkan mata orang tua saya berkaca-kaca. Saya hanya bisa bilang "belum rezeki" dengan suara yang sedikit terbata-bata. Husnudzon (berprasangka baik) aja pada Tuhan karena saya yakin ada rencana lebih indah yang akan Tuhan hadirkan. Mungkin saja, saat itu belum dikasih motor karena barangkali ada pajak hadiah yang lumayan besar atau kemungkinan-kemungkinan lain yang itu lebih baik tidak usah.

Alhamdulillah, kurang lebih 3 tahun berikutnya, 5 Maret 2018 saya mendapatkan hadiah mobil tanpa dikenakan pajak pemenang. Sebuah hadiah yang benar-benar tidak terduga sebelumnya. Saya tersenyum bahagia dengan rencana Tuhan. Ini buah kesabaran yang Tuhan skenariokan pada hambannya. Dari awal ikutan memang tidak ada ambisi lebih untuk menang karena peserta lain tak kalah bagusnya dalam menulis. Rezeki memang datang dari arah yang tak terduga. 

Menulis di Blog dapat mobil

Oke, sekian dulu artikel yang hampir 1000 kata ini. Semoga ada faedah yang bisa diambil. Syukur-syukur bisa menginspirasi untuk terus berkarya positif di era digital. Sukses selalu, Gan!

Last but not least, menulislah jika kamu mencintainya. Temukan bonus tak terduga di dalamnya. Nulis aja dulu, jangan pikir menang kalah atau jelek bagus. Feel free kalau mau tanya atau sharing pengalaman bisa di kolom komentar ya!

Yuk ikutan lomba menulis: Giveaway #SinizamCom dengan Hadiah Keren

13 komentar:

  1. Congratulations... Its completely awesome!!! Keren, aseli. Saya aja sampe nganga mulut ini, soalnya hadiahnya gak main-main man... Jadi jangan menganggap remeh profesi blogger ya mas, apalagi kalo prestasinya udah bejibun. BTW gimana reaksi orang tua setelah tau dapat hadiah mobil, pasti senang bukan main ya mas. Emang rezeki itu datang dari arah gak diduga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, orang tua awalnya kayak nggak percaya bahkan dikira kena penipuan wkwk

      Hapus
  2. A big congratulations for you, Mas Nizam. Tulisannya untuk lomba Astra memang layak menang dan jadi juara 1, walau saya belum baca tulisan yang lain sih. But, it's truly inspiring. Terlihat kok tulisan yang dibuat dengan hati dan sungguh-sungguh, kualitasnya bedaa.

    Dan selamat sekali lagi untuk hadiahnya, semoga bermanfaat mas.
    Btw, jangan lupa mampir ke blog saya ya. Hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih atas kunjungannya mas, maaf jarang silaturahmi ke blog mas Firmansyah hehe..

      Hapus
  3. Selamaat ! betul sekali kata mas Nizam, passion tak bisa dipaksakan meskipun bisa dipelajari. 2 tahun sudah saya belajar menulis meski tanpa dibayar, kalaupun dibayar tak seberapa, tapi saya terus menulis, karena menulis tujuan saya adalah bagaimana yang saya tulis bisa bermanfaat untuk orang lain.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepakat..konsistensi menulis juga berat hehe

      Hapus
  4. Selamat ya Nizam...kamu hebat! Aku baca tulisan yang astra itu, dan memang bagus. Bahasanya ngalir...aku suka tulisan gaya2 feature gitu.

    BalasHapus
  5. Masih muda udah berbakat smpai dapat hadiah gak nanggung2, menulis bisa jadi rejeki sebesar ini... good mas NIZAM.
    Saya kayaknya harus semangat lagi nulis blog setelah hampir setahun vacuum, sekali congratulation !!!

    oiaa singgah sebentar d blog aku ya mas NIZAM http://nheyta.blogspot.co.id/2018/03/cukup-sekali-saya-menderita-dua-kali.html#gpluscomments

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih Mbak, ayo semangat ngeblog, hehehe. Oke aku mampir ke blog Mbak Junita :)

      Hapus
  6. wah ternyata ini pemenangnya!! selamat selamat. saya waktu itu udah planning mau ikut perwira astra udah bikin draf nya tapi ga di kembangin krn lagi sibuk urus yang lain. wah hebat yaaa... pesannya juga masuk banget jangan memaksain sesuatu yg gak kita mampu sampe berdarah darah.bener rezeki ga kemana... ga bisa bayangin deh kalo. aku yanh menang haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. yuk ikut lagi mbak tahun ini,
      insyaAllah hadiahnya lebih besar hehe

      Hapus
  7. wah ini dia juaranya, semalem kopdar sama tmn2 blogger jember ceritain bagaimana hebatnya km bro dan aku bangga sama km, semangaaattttt smg menginspirasi :)

    BalasHapus

* Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar yang relevan dengan isi artikel
* Berikan tanda centang pada "beri tahu saya" untuk mendapat notif balasan
Terima kasih sudah mampir, ditunggu kunjungan berikutnya !

Diberdayakan oleh Blogger.