AYAT-AYAT AL-QUR’AN TENTANG BERKOMPETISI DALAM KEBAIKAN

 AYAT-AYAT AL-QUR’AN TENTANG BERKOMPETISI DALAM KEBAIKAN


A.   Mengartikan QS.al-Baqarah: 148; QS al-Faathir: 32 dan QS.an-Nahl : 97

1.QS.al-Baqarah: 148:
وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ أَيْنَمَا تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللَّهُ جَمِيعًا إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (١٤٨)
148. dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.( QS.al-Baqarah: 148)

2.QS al-Faathir: 3
ثُمَّ أَوْرَثْنَا الْكِتَابَ الَّذِينَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَا فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِنَفْسِهِ وَمِنْهُمْ مُقْتَصِدٌ وَمِنْهُمْ سَابِقٌ بِالْخَيْرَاتِ بِإِذْنِ اللَّهِ ذَلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيرُ (٣٢)
30.   Kemudian kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang Menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. yang demikian itu adalah karunia yang Amat besar.( QS al-Faathir: 32)

3.QS al-Faathir: 3
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (٩٧)
97. Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam Keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik[839] dan Sesungguhnya akan Kami beri Balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS.an-Nahl : 97)


B.        Menjelaskan Kandungan QS.al-Baqarah: 148; QS al-Faathir:32 dan QS.an-Nahl : 97
1.Menjelaskan Kandungan QS.al-Baqarah: 148
Ayat ini menjelaskan bahwa setiap umat mempunyai kiblat masing-masing. Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail as, menghadap ke Ka’bah. Bani Israil menghadap ke Baitulmakdis dan orang Nasrani menghadap ke timur, yang prinsip adalah beriman kepada Allah SWT dan mematuhi segala perintah-Nya. Karena Allah SWT telah memerintahkan agar kaum Muslimin menghadap ke Ka’bah dalam shalat, maka fitnah dan cemoohan dari orang yang ingkar itu tidak perlu dilayani, akan tetapi hendaklah kaum muslimin bekerja dengan giat, beramal, bertobat dan berlomba membuat kebajikan. Allah SWT nanti akan menghimpun umat manusia untuk menghitung serta membalas segala amal perbuatannya, dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu; tidak ada yang dapat melemahkan-Nya untuk mengumpulkan semua manusia pada hari akhir.              


Kesimpulan;

1.      Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as memilik kiblat menghadap ke Ka’bah
2.      Umat Islam harus giat bekerja, beramal dan berlomba-lombalah dalam hal kebaikan dan taqwa.

2.Menjelaskan Kandungan QS al-Faathir: 32

Ayat ini menjelaskan bahwa Allah SWT mewahyukan al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW. Kemudian ajaran-ajaran al-Qur’an itu diwariskan-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang terpilih. Mereka itu adalah umat Nabi Muhammad SAW, sebab Allah SWT telah memuliakan umat ini melebihi kemuliaan yang diperoleh umat sebelumnya. Kemuliaan itu tergantung kepada sejauh mana ajaran Rasulullah itu mereka amalkan, dan sampai di mana mereka sanggup mengikuti petunjuk Allah SWT. Berikut ini dijelaskan tingkatan-tingkatan orang mukmin yang mengamalkan al-Qur’an diantaranya;
1.       Orang yang dzalim kepada dirinya. Maksudnya orang yang mengerjakan perbuatan wajib dan jkuga tidak meninggalkan perbuatan yang haram.
2.       Muqtasid, artinya orang-orang yang melaksanakan segala kewajiban dan meninggalkan larangan-larangannya, akan
tetapi kadang-kadang ia tidak mengerjakan perbuatan yang dipandang sunah atau masih mengerjakan sebagian pekerjaan yang dipandang makruh.
3.       Sabiqun bil khairat artinya, orang yang selalu mengerjakan amalan yang wajib dan sunah, meninggalkan segala perbuatan yang haram dan makhruh, serta sebagian hal-hal yang mubah (dibolehkan)
Menurut al-Maragi pembagian diatas dapat pula diungkap dengan kata-kata lain adalah ;
a.       Orang yang masih sedikit mengamalkan ajaran Kitabullah dan terlalu senang menuruti hawa nafsunya, atau orang yang masih banyak perbuatan kejahatannya dibanding dengan amal kebaikannya.
b.      Orang yang seimbang antara amal kebaikan dan kejahatannya
c.       Orang yang terus menerus mencari ganjaran Allah SWT dengan melakukan amal kebaikan.

Warisan mengamalkan kitab suci dan kemuliaan yang diberikan kepada umat Nabi Muhammad SAW itu merupakan suatu karunia yang amat besar dari Allah SWT, yang tidak seorang pun dapat menghalangi ketetapan itu.

    3.Menjelaskan Kandungan QS.an-Nahl : 97
Ayat ini menjelaskan Allah SWT berjanji bahwa Allah SWT benar-benar akan memberikan kehidupan yang bahagia dan sejahtera di dunia kepada hamba-Nya, baik laki-laki maupun perempuan, yang mengerjakan amal shaleh adalah segala amal yang sesuai petunjuk al-Qur’an dan sunnah Rasul, sedang hati mereka penuh dengan keimanan.
Kehidupan bahagia dan sejahtera di dunia ini adalah suatu kehidupan di mana jiwa manusia memperoleh ketenangan dan kedamaian karena merasakan kelezatan iman dan kenikmatan keyakinan. Jiwanya penuh dengan kerinduan akan janji Allah SWT, akan tetapi rela dan ikhlas menerima takdir. Jiwanya bebas dari perbudakan benda-benda duniawi, dan hanya tertuju kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta mendapatkan limpahan cahaya dari-Nya.
Jiwa selalu merasa puas terhadap segala yang diperuntukkan baginya, karena ia mengetahui bahwa rezeki yang diterimanya itu adalah hasil dari ketentuan Allah SWT. Adapun di akhirat dia akan memperoleh balasan pahala yang besar dan paling baik dari Allah SWT karena kebijakan dan amal shaleh yang telah diperbuatnya serta iman yang bersih yang mengisi jiwanya.

C.        Menceritakan Perilaku Orang-orang yang mengamalkan QS.al-Baqarah: 148; QS al-Faathir: 32 dan QS.an-Nahl : 97
Rasulullah SAW bersama kaum Muhajirin sesudah setahun setengah, Allah SWT memerintahkan supaya beliau berkiblat ke Baitul Mukaddas dalam sembayang. Maksudnya adalah supaya kaum muslimin yang waktu itu hanya terdiri dari orang-orang Arab membersihkan akidahnya dari fanatisme kedaerahan dan keturunan yang melekat pada diri mereka sejak zaman jahiliyah. Justru Ka’bah/kiblat mereka berada di Mekah. Selain itu juga, mudah-mudahan kaum Yahudi mau masuk Islam, karena mereka mereasa Baitul Mukaddas yang menjadi kiblat mereka dihormati. Begitu juga perasaan kaum Nasrani.

Tapi ternyata harapan Nabi Muhammad SAW sia-sia. Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan : Muhammad sekarang sembahyang menghadap Baitul Mukaddas/Kiblat kita. Hal itu merupakan bukti tentang kebenaran agama Yahudi/Nasrani dan Muhammad mengakui kekeliruan agama Islam yang diajarkannya. Karena omongan Yahudi dan Nasrani seperti itu, maka Allah SWT memerintahkan supaya Nabi kembali menghadap Ka’bah dalam sembahyang, sesuai dengan permohonannya.
Tapi ternyata peralihan Kiblat itu juga dibuat alasan oleh orang-orang Yahudi untuk memfitnah.
 Mereka mengatakan : “Yang mendorong Muhammad kembali berkiblat ke Ka’bah karena ia cenderung lagi kepada agama kaumnya dan karena cinta kepada tanah airnya. Andaikata ia benar, niscaya ia akan tetap menghadap Kiblat Nabi-nabi sebelumnya.”
Padahal justru Ka’bah dibangun oleh Nabi Ibrahim as, yang diakui oleh kaum Yahudi sebagai leluhur mereka. Orang msuyrik mengatakan : “Muhammad telah kembali ke kiblat kita dan nanti pasti ia akan kembali pula kepada agama nenek moyang kita,” orang munafik mengatakan : “Muhammad ragu, bimbang dan tidak mantap akan kiblatnya.”

D.        Menerapkan Perilaku Berkompetisi dalam Kebaikan. Seperti yang terkandung dalam QS.al-Baqarah: 148; QS al-Faathir: 32 dan QS.an-Nahl : 97
1.      Perilaku berkompetisi Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as memilik gagasan untuk mengarahkan kepada kaumnya untuk menghadap ke  kiblat yaitu ka’bah di makatul mukaromah.
2.      Umat Islam harus giat bekerja, beramal dan berlomba-lombalah dalam hal kebaikan dan taqwa.
3.      Orang yang masih sedikit mengamalkan ajaran Kitabullah dan terlalu senang menuruti hawa nafsunya, atau orang yang masih banyak perbuatan kejahatannya dibanding dengan amal kebaikannya.
4.      Orang yang terus menerus mencari ganjaran Allah SWT dengan melakukan amal kebaikan
5.      Kehidupan bahagia dan sejahtera di dunia ini adalah suatu kehidupan di mana jiwa manusia memperoleh ketenangan dan kedamaian karena merasakan kelezatan iman dan kenikmatan keyakinan. Jiwanya penuh dengan kerinduan akan janji Allah SWT, akan tetapi rela dan ikhlas menerima takdir. Jiwanya bebas dari perbudakan benda-benda duniawi, dan hanya tertuju kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta mendapatkan limpahan cahaya dari-Nya.



UJI KOMPETENSI DASAR


I. Aspek Afektif
Perilaku orang yang mengamalkan QS.al-Baqarah: 148; QS al-Faathir: 32 dan QS.an-Nahl : 97

II. Aspek Psikomotorik
Hafalkan, terjemahkan dan menganalisis QS.al-Baqarah: 148; QS al-Faathir: 32 dan QS.an-Nahl : 97

III. Aspek Kognitif
I.           Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang (X) pada huruf a,b,c,d atau e !
1.       Kiblat Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail asadalah ….
a.       Baitul Maqdis
b.      Ka’bah.
c.       Palestina
d.      Makkah
e.      Madinah
2.       Kiblat Bani Israil adalah ….
a.       Baitul Maqdis
b.      Ka’bah.
c.       Palestina
d.      Makkah
e.      Madinah
3.       Mengerjakan perbuatan wajib dan juga tidak meninggalkan perbuatan yang haram termasuk zalim kepada ….
a.    Kepada dirinya.
b.   Allah
c.    Rasul
d.   Orang lain
e.   Sesama

4.       Orang yang melaksanakan segala kewajiban dan meninggalkan larangan-larangannya dinamakan ….
a.       Muqtasid
b.      Musri’
c.       Mubti’
d.      Muhmil
e.      Mujtahid
5.       Orang yang selalu mengerjakan amalan yang wajib dan sunah, meninggalkan segala perbuatan yang haram dan makhruh, serta sebagian hal-hal yang mubah (dibolehkan) dinamakan ….
a.       Muqtasid
b.      Musri’
c.       Mubti’
d.      Muhmil
e.      Sabiqun bil khairat

II.         Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan jelas dan tepat !
1.      Jelaskan Kandungan QS.al-Baqarah: 148!
2.      Jelaskan Kandungan QS al-Faathir: 32!
3.      Jelaskan Kandungan QS.an-Nahl : 97!
4.      Berilah contoh perilaku Orang-orang yang mengamalkan QS.al-Baqarah: 148! Minimal 3
5.      Kapankah kita dianjurkan dan diperbolehkan berkompetisi? Jelaskan!



Tidak ada komentar

Terima kasih sudah berkomentar. Salam sukses selalu untukmu! Jangan bosan mampir di blog ini.

Diberdayakan oleh Blogger.