Pada Mereka, Aktivis Dakwah Kampus


Hampir satu tahun, aku berada dalam sebuah organisasi yang punya fokus pada kegiatan dakwah kampus. Banyak sekali ilmu dan teladan yang dipetik, sekalipun jarang bertemu secara fisik namun aku selalu memperhatikan gelagaknya di grop online. Meskipun banyak sekali yang menyidir, sebagai gerakan pro nikah muda karena kajiannya tentang parenting. Namun, ketahuilah dakwah kampus tak pernah marah bahkan untuk ghibah online saja tak pernah.

Pada mereka aktivis dakwah kampus, saya bangga bisa menjadi sebuah keluarga. Meskipun saya belum pernah melihat dan kenal secara utuh. Saya selalu salut pada mereka yang istiqomah menggelar kajian, istiqomah mensyiarkan membaca Al Quran, istiqomah berada di masjid, dan selalu aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial lainnya.

Saya yakin mereka kebanyakan bukan dari ekonomi menengah keatas. Mereka rela meluangkan waktunya untuk menjalankan dakwah kampus ketimbang bekerja paruh waktu. Tak jarang, mereka rela mengorbankan waktu kuliahnya hanya demi ikut sebuah kajian. Membuat proposal tak dibayar. Bikin poster kajian tanpa upah. Tapi, InsyaAllah kelak Allah yang akan membalasnya. Saya selalu salut pada mereka!

Pada mereka saya selalu tertular virus dan energi positif. Semangatnya dalam menimba ilmu keislaman adalah yang seharusnya kucontoh. Memang banyak yang menganggap aktivis dakwah kampus sarangnya radikal, namun sejauh ini saya tak menemukan hal-hal yang ekstrim sebagaimana media memberitakan. Yang ada adalah bagaimana suatu kegiatan syiar Islam tetap terlaksana meskipun dengan dana seadanya.

Baca juga: Sejarah Hagia Shopia dan Blue Mosque 

Saya bukanlah sosok dakwah kampus yang sempurna, ideal dan istiqomah. Melalui tulisan ini, besar harapan banyak pembaca yang mendoakan agar saya bisa menjadi seorang dakwah kampus yang sesungguhnya. Menebar kebaikan, memberi teladan dan istiqomah di jalan Allah. Semoga kita semua selalu diberikan kekuatan dalam menjalan syariat Islam, dijauhkan dari yang dilarang Allah dan semakin cinta pada Allah dan Rasul-Nya. 
Akhir kata, mohon maaf kepada semua pembaca apabila ada salah kata. Terima kasih.

Tidak ada komentar

* Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar yang relevan dengan isi artikel
* Berikan tanda centang pada "beri tahu saya" untuk mendapat notif balasan
Terima kasih sudah mampir, ditunggu kunjungan berikutnya !

Diberdayakan oleh Blogger.