Selain Komodo, Inilah Destinasi Wisata yang Epic Di NTT


Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah salah satu aset pariwisata terbaik yang dimiliki Indonesia. Biasanya, daerah pertama yang pertama kali terpikirkan saat menyebut tempat wisata di NTT adalah Labuan Bajo. Di sekita Labuan Bajo, ada banyak destinasi wisata dengan pemandangan yang epic abis seperti pulau Komodo, pulau Padar, pulau Rinca, pulau Kalong , pulau Kanawa, Manta Point, dan masih banyak lagi. Pesona pulau-pulau cantik tersebut bahkan sudah eksis sampai mancanegara.

Tapi provinsi NTT tidaklah seluas daun kelor. Di sini, masih ada banyak tempat mengagumkan yang layak untuk dikunjungi, minimal sekali seumur hidup. Mau tahu tempat asyik apa saja yang ada di NTT selain Labuan bajo? Check this out.

Danau Kelimutu
Destinasi wisata yang satu berada di Ende ini adalah danau vulkanis yang terbentuk dari kawah gunung Kelimutu. Tempat yang berada di ketinggian 1.600 mdpl ini mampu menghadirkan keajaiban dunia yang sulit ditemui di tempat lain berupa danau tiga warna yang terdiri dari merah, biru, dan putih.
Masing-masing danau memiliki makna dan kekuatan tersendiri yang sangat dipercaya oleh penduduk setempat. Danau berwarna biru diberi nama ‘Tiwu Nua Muri Koo Fai’ yang berarti danau pemuda dan gadis yang sudah meninggal, danau merah disebut ‘Tiwu Ata Polo’ yang dipercaya sebagai tempat berkumpulnya orang jahat yang sudah meninggal. Dan danau putih yang dijuluki ‘Tiwu Ata Mbupu’  yang dianggap sebagai tempat berkumpulnya arwah para orang tua.

Uniknya, ketiga warna di danau ini bisa berubah sewaktu-waktu akibat faktor alam. Namun menurut kepercayaan masyarakat setempat, perubahan warna tersebut adalah pertanda akan terjadinya fenomena alam yang luar biasa. Menurut data dari Balai Taman nasional Kelimutu, sejak tahun 1915-2011, Tiwu Ata Polo sudah 44 kali berubah warna, Tiwu Nua Muri Koo Fai 25 kali, dan TIwu Ata Mbupu’ sebanyak 16 kali.

Btw, nama Kelimutu sendiri diambil dari kata ‘keli’ yang berarti gunung dan ‘mutu’’ yang memiliki arti mendidih.

Pulau Alor
Pulau ini adalah surga dunia yang tersembunyi di ujung timur NTT. Hal paling menarik yang bisa di lakukan di sini dalam mengunjungi dunia bawah lautnya tak kalah indah dengan lautan di Labuan Bajo. Katanya, di perairan Alor terdapat lebih dari 50 spot diving yang luar biasa indahnya. Menurut para penyelam yang tergabung dalam Dive Alor, di perairan Alor mereka bisa dengan mudah bertemu dengan sunfish dan Orca yang sulit ditemui di lautan lain. Namun untuk menyelam di Alor, butuh pengawasan khusus dari penyelam profesional. Ini karena keindahan bawah laut Alor mampu membuat para penyelam terbuai dan terlalu asyik berada di dalam air.

Pantai Kolbano
Pantai kebanggan bangsa orang Timor yang berada di Kabupaten Timor Tengah Selatan ini memiliki pesona yang tak kalah epic dengan pink beach di Pulau Komodo yang pasirnya berwarna merah muda. Di pantai ini, ada pemandangan yang tidak biasa. Jika pada umumnya di pantai terdapat hamparan pasir putih atau kecoklatan, pantai Kolbano justru dipenuhi jutaan batuan berwarna warni yang indah. Di pantai ini juga terdapat bukit batu setinggi 50 meteran yang menyerupai wajah singa. Batu yang disebut Fat Un ini sring dianggap sebagai “tugu selamat datang” bagai turis yang datang ke pantai Kolbano.

Gunung Tambora
Gunung setinggi 2.851 mdpl ini bukan hanya menyajikan pemandangan negeri di atas awan saja. Dengan mendaki gunung ini, kamu bisa melihat sebuah kawah raksasa selebar 7 km. Kawah ini merupakan sisa erupsi dahsyat yang pernah membuat bumi menjadi gelap selama satu musim atau yang dikenal dengan sebutan ‘a year without summer’.

Erupsi tersebut terjadi pada tahun 1815. Letusan Tambora tercatat memiliki indeks letusan gunung berai (VEI) hingga skala 7 atau satu tinggat dari skala terbesar. Erupsi Tambora di tahun 1819 itu juga dianggap sebagai letusan gunung paling besar dan mengerikan yang tercatat baik dalam ingatan manusia. Letusan gunung Krakatau di tahun 1883 pun tak sebanding dengan besarnya erupsi Tambora.

Konon, hanya gunung Rinjani di Lombok dan gunung purba Toba (kini jadi danau Toba) di Sumatra Utara yang tingkat letusannya bisa melebihi erupsi Tambora. Tapi, letusan Rinjani di abad 13 tidak terlalu meninggalkan bekas di ingatan manusia karena kepingan pun cukup simpang siur. Apalagi letusan Toba yang terjadi puluhan ribu tahun lalu yang konon hampir memunahkan kehidupan di bumi.

Waerebo
Waerebo merupakan desa adat di pedalaman Manggarai yang sudah bertahan hingga 19 generasi. Keunikan desa ini adalah jumlah rumahnya yang tidak boleh kurang atau lebih dari 7 unit. Rumah yang disebut Mbaru Niang itu pun bisa dihuni oleh beberapa kepala keluarga sekaligus. Jika kerujuh rumah itu tidak mampu menampung populasi yang ada, maka sisa penduduknya harus pindah ke desa terdekat. Warga Waerebo sangatlah ramah terhadap pengunjung. Sangking ramahnya, pengunjung pun dianggap sebagai saudara jauh yang pulang kampung. Mereka pun akan mengadakan upacara penyambutan bagi pengunjung yang datang dan mendoakannya agar bisa kembali pulang dengan sehat sentosa.


Untuk pergi ke NTT, ada banyak maskapai penerbangan murah yang bisa kamu pilih seperti Wings Air yang menyediakan penerbangan Jakarta-Kupang. Untuk mendapat Tiket pesawat Wings Air dengan harga yang murah, lakukan pemesanan tiket sejak jauh harus. Kamu juga bisa mendapat Harga tiket pesawat murah di Reservasi.com untuk mendapatkan penawaran harga terbaik.

2 komentar:

  1. NTT emang surganya wisata yang epic, wah semoga bisa terbang ke NTT nih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju, jadi gak hanya komodo aja

      Hapus

* Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar yang relevan dengan isi artikel
* Berikan tanda centang pada "beri tahu saya" untuk mendapat notif balasan
Terima kasih sudah mampir, ditunggu kunjungan berikutnya !

Diberdayakan oleh Blogger.