Kontroversi : Blogger vs Jurnalis

Cara Menjadi Jurnalis Online Keren
Buku yang tidak terlalu tebal tapi bagiku sangat menarik

Cara Menjadi Jurnalis Online - Profesi menjadi seorang jurnalis bisa dibilang menyenangkan bagi orang yang menekuni dunia jurnalisme. Kesana kemari cari berita, menambah relasi, menambah kekeluargaan, dan tentunya mendapatkan uang. Seringkali istilah jurnalistik hanya untuk media koran dan majalah saja. Lebih dari itu. jurnalis juga bisa terjun ke ranah media online, yang itu masuk dalam mata kuliah jurnalisme online.

Meskipun masih sederhana, namun blog ini adalah langkah awal niat saya untuk menulis. Besar harapan saya minimal setiap hari saya dapat membuat satu artikel yang dapat bermanfaat bagi semua orang. Salah satu motivasi terbesar saya dalam menulis yakni:

Jika kau bukan anak raja, dan bukan anak ulama besar, maka MENULISLAH. - Al Ghazali

Semua penulis akan meninggal. Hanya karyanya-lah yang akan abadi sepanjang masa. Maka TULISLAH sesuatu yang akan membahagiakanmu di akhirat nanti. - Ali Bin Abi Thalib.


Terlepas dari itu semua, beberapa waktu lalu, saya menyempatkan diri menuju perpustakaan Kampus B Universitas Airlangga. Awalnya cuma iseng-iseng disana ngadem karena diluar panas. Tapi karena ada temanku yang menghampiriku dan mengambil buku seputar Ilmu Komunikasi, aku pun jadi tertarik.

Saat ini, saya masih fakir ilmu tentang jurnalistik, namun tetap ada niatan untuk mempelajarinya. Oleh karena itu, salah satu buku yang aku pinjam berjudul Jurnalistik Online karya Asep Syamsul M. Romli. Dalam buku tersebut dipaparkan sebuah subbab yang cukup membuatku terkejut.


Kontroversi : Blogger vs Jurnalis

Dalam urain singkat dibuku tersebut, dijelaskan terlebih dahulu pengertian "jurnalistik" dan "blogger". Memang masih terjadi perdebatan atau kontroversi, apakah blog termasuk media jurnalistik atau bukan. Yang jelas, para blogger secara sadar atau tidak, sudah menjadikan blognya sebagai medium komunikasi massa online.

Menurut catatan wikipedia, kalangan wartawan tradisional menilai blogger tidak dapat disebut juralis (wartawan), melainkan hanya sebatasa "blogger" saja. Pasalnya blog merupakan "online diary" yang berisi catatan atau komentar blogger tentang berbagai masalah, baik isu-isu aktual (current issues)  maupun fokus pada bidang tertentu, seperti makanan, fashion, dan lainnya.

Namun jika mengacu pada makna dasar jurnalistik yakni "catatan harian" atau "laporan harian", yakni laporan tentang peristiwa sehari-hari, maka blogger yang "merekam peristiwa sehari-hari" (a record of the day) pun bisa disebut seorang jurnalis. Tulisan di blognya pun masuk dalam kategori "karya jurnalistik". Namun perlu ditekankan adalah dalam jurnalis ada kode etik yang menjadikannya itu profesi. Sampai disini pun masih ada perdebatan hebat apakah jurnalisme warga juga termasuk jurnalistik karena belum tentu taat pada kode etik jurnalis itu sendiri.

Lebih jauh lagi webbloging, kata Lasica, akan mendorong menculnya bentuk baru jurnalisme amatir yang "powerful", saat jutaan pengguna internet-utamanya kaum muda-mengambil alih pekerjaan para kolomnis, reporter, analis, dan publisher.

Kemudian saya juga sempat menemukan beberapa infografis menarik yang membedakan antara blogger dan jurnalis (media) dari facebook.




Menanggapi pernyataan diatas, menurut saya, tidak perlu mempersoalkan apakah blogger itu juga jurnalis. Namun esensi dari jurnalis adalah memberikan berita yang informatif, hal itulah yang sewajarnya kita tanam dari diri seorang blogger. Tulisan atau informasi yang tidak bisa muncul di media mapan, bisa dimunculkan di blog pribadi kapan saja dan oleh siapa saja.

Baca juga: Akahkah Media Cetak Akan Bertahan? Ini Kata Dahlan Iskan

Oleh karena itu, cara menjadi jurnalis online yang keren adalah belajarnya menulis secara konsisten setiap hari. Meskipun bagi saya sendiri itu berat, namun dengan mengamati fenomena disekitar, menganalisis, dan melaporkan kejadian faktual sudah merupakan bagian dari jurnalistik. Semoga tulisan ini menambah khasanah keilmuan bagi pembaca semua.

2 komentar:

  1. ooo...

    sekarang sih lebih tepatnya citizen journalism dan udah diakui juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yups, bener banget koh :) #100buatKohDeddy

      Hapus

Terima kasih sudah berkomentar. Salam sukses selalu untukmu! Jangan bosan mampir di blog ini.

Diberdayakan oleh Blogger.