AYAT-AYAT AL-QUR’AN TENTANG TATA CARA MENYELESAIKAN PERSELISIHAN, MUSYAWARAH, DAN TAARUF DALAM KEHIDUPAN.

 AYAT-AYAT AL-QUR’AN TENTANG PENDAYAGUNAAN AKAN PIKIRAN


A. Menjelaskan Pentingnya Pendayagunaan akal Fikiran dengan Baik ( QS.al-Faathir : 27-28)

1.QS.al-Faathir : 27-28:
أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجْنَا بِهِ ثَمَرَاتٍ مُخْتَلِفًا أَلْوَانُهَا وَمِنَ الْجِبَالِ جُدَدٌ بِيضٌ وَحُمْرٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهَا وَغَرَابِيبُ سُودٌ (٢٧)وَمِنَ النَّاسِ وَالدَّوَابِّ وَالأنْعَامِ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ كَذَلِكَ إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ (٢٨)

27. tidakkah kamu melihat bahwasanya Allah menurunkan hujan dari langit lalu Kami hasilkan dengan hujan itu buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat.
28. dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.

Pada ayat ini, Allah SWT menguraikan beberapa hal yang menunjukkan kesempurnaan dan kekuasaan-Nya, yang dapat dilihat manusia setiap waktu. Jika mereka menyadari dan menginsyafi semuanya itu, tentu mereka akan menyadari pula keesaan dan kekuasaan Allah SWT. Antara tanda-tanda itu adalah Allah SWT menjadikan sesuatu yang beraneka ragam macamnya yang bersumber dari yang satu. Allah SWT menurunkan hujan dari langit, sehingga tanaman bisa tumbuh dan mengeluarkan buah-buahan yang beraneka ragam warna, rasa, bentuk, dan aromanya, sebagaimana yang kita saksikan. Buah-buahan itu warnanya ada yang kuning, merah, hijau, dan sebagainya.
Allah SWT menciptakan gunung-gunung yang kelihatan seperti garis-garis, ada yang kelihatan putih, merah, dan hitam pekat. Di antara gunung-gunung itu terbentang pula jalan-jalan yang beraneka ragam warnanya.
Menurut para saintis, garis-garis berwarna pada batuan paling umum dijumpai pada jenis batuan sedimen. Batuan sedimen terbentuk dari hasil pengendapkan bahan yang terangkut oleh aliran air atau angin. Bahan yang diendapkan adalah butir-butir halus berupa pasir, debu, atau lempung sebagai hasil pelapukan batuan di tempat lain, yang kemudian terlepas dari batuan induknya dan terangkut oleh aliran air atau tiupan angin. Tempat pengendapan bahan sedimen ini umumnya terletak pada bagian-bagian yang rendah di mana kecepatan tenga pengangkut (arus air, hembusan angin) berkurang. Daerah-daerah yang umum dikenal sebagai tempat pengendapan adalah dataran, pesisir terutama daerah delta, dan dasar laut.
Pada proses pengangkutan (transportasi) dan pengendapan (sedimentasi) terjadi pula mekanisme pemilahan (sorting) di mana pada umumnya bahan dengan karakteristik fisik yang sama (misalnya dalam hal ukuran butir atau berat jenis) akan diendapkan pada lingkungan pengendapan yang sama
       Proses pelapukan, pengangkutan, dan pengendapan yang sama, menerus sepanjang sejarah bumi yang dapat memakan waktu ribuan bahkan jutaan tahun. selama proses ini berjalan terdapat pula perubahan-perubahan baik dalam hal lingkungan pengendapan maupun jenis bahan yang diendapkan, sehingga pada batuan sedimen terbentuk lapisan-lapisan yang juga melukiskan urutan sejarah (waktu) pengendapan. Mekanisme geologi lain yang biasa terjadi pada batuan sedimen adalah mengalami pengangkatan oleh adanya gaya tektonik sehingga  batuan sedimen yang biasanya terbentuk di tempat-tempat yang rendah bisa dijumpai dipuncak-puncak gunung. Pada puncak-puncak gunung yang tertoreh, baik oleh pengikisan maupun oleh terjadinya rekahan, lapisan-lapisan sedimen ini akan tempak ke permukaan.
Setiap lapisan pada batuan sedimen dapat memiliki warna yang berbeda karena tersusun dari material yang berbeda. Perbedaan warna ini terutama dicirkan oleh perbedaan susunan mineralogisnya. Misal: mineral-mineral yang mengandung senyawa besi oksida (hematit) berwarna merah, mineral yan berwarna putih antara lain alumino-silika (kaoline), mineral-mineral logam hidroksida (goethite, brucite, diaspore, boehmite) dapat memberikan berbagai warna (kuning, hijau, abu-abu, hitam, merah muda), yang berwarna bening antara lain silika (kuarsa). Batuan atau mineral keras yang berwarna-warna biasa digosok menjadi batu perhiasan.
Ayat 28 ini menjelaskan menambah penjelasan lagi tentang hal-hal yang menunjukkan kesempurna dan kekuasaan-Nya. Allah SWT menciptakan binatang melata dan binatang ternak, yang bermacam-macam warnanya sekalipun berasal dari jenis yang satu. Bahkan ada binatang yang satu, akan tetapi memiliki warna yang bermacam-macam. Maha suci Allah SWT pencipta alam semesta dengan sebaik-baiknya.
Demikianlah Allah SWT menunjukkan tanda-tanda kekuasaan-Nya seperti tersebut di atas untuk dapat diketahui secara mendalam. Hanya ulama yang benar-benar menyadari dan mengetahui tanda-tanda kekuasaan Allah SWT, sehingga mereka benar-benar tunduk kepada kekuasaan-Nya dan takut kepada siksa-Nya.
Ibnu ‘Abbas berkata, “Yang dinamakan ulama adalah orang-orang yang mengetahui bahwa Allah itu Mahakuas atas segala sesuatu.” Di dalam riwayat lain, Ibnu ‘Abbas berkata, “Ulama itu ialah orang yang tidak mempersekutuhan Tuhan dengan sesuatu apapun, yang menghalalkan yang telah dihalalkan Allah SWT dan mengharamkan yang telah diharamkan-Nya, menjaga peintah-perintah-Nya, dan yakin bahwa dia akan bertemu dengan-Nya yang akan menghisab dan membalas semua amalan manusia.”
Ayat ini ditutup dengan suatu penegasan bahwa Allah SWT menindak orang-orang yang kafir kepada-Nya. Dia tidak mengazhab orang-orang yang beriman dan taat kepada-Nya, akan tetapi maha pengampun kepada mereka. Dia kuasa mengazab orang-orang yang selalu berbuat maksiat dan bergelimang dosa, sebagaimana dia kuasa memberi pahala kepada orang-orang yang taat kepada-Nya dan mengampuni dosa-dosa mereka, maka sepatutnya manusia itu takut kepadanya.

B.        Menjelaskan Pentingnya Pengembangan Ilmu Pengetahuan (QS. Al-‘Alaq : 1-5; QS. Fushshilat : 53-54)
1.    QS. Al-‘Alaq : 1-5;

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ (١)خَلَقَ الإنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ (٢)اقْرَأْ وَرَبُّكَ الأكْرَمُ (٣)الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ (٤)عَلَّمَ الإنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ (٥)
 1. bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,
2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, 
4. yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam,
5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.


Ayat 1 menjelaskan bahwa Allah SWT memerintahkan manusia membaca (mempelajari, meneliti, dan sebagainya) apa saja yang telah ia ciptakan, baik ayat-ayat-Nya yang tersurat (qauliyah), adalah al-Qur’an, dan ayat-ayat-Nya yang tersirat,maksudnya alam semesta (kauniyah). Membaca itu harus dengan nama-Nya, artinya karena Dia dan mengharapkan pertolongan-Nya. Dengan demikian, tujuan membaca dan mendalami ayat-ayat Allah SWT itu adalah diperolehnya hasil yang diridai-Nya, adalah ilmu atau sesuatu yang bermanfaat bagi manusia.
Ayat 2 Allah SWT menyebutkan bahwa di antara yang telah Ia ciptakan adalah manusia, yang menunjukkan mulianya manusia itu dalam pandangan-Nya. Allah SWT menciptakan manusia itu dari ‘alaqah (zigot), adalah telur yang sudah terbuahi sperma, yang sudah menempel di rahim ibu. Oleh karena sudah menempel itu, asal usul manusia itu adalah sesuatu yang tidak ad artinya, akan tetapi kemudian ia menjadi manusia yang perkasa.
Asal usulnya itu juga labil, zigot itu bisa tidak menempel di rahim, atau bisa terlepas lagi dari rahim itu, sehingga pembentukan manusia terhenti prosesnya. Oleh karena itu, manusia seharusnya tidak sombong dan ingkar, akan tetapi bersyukur dan patuh kepada-Nya, karena dengan kemahakuasaan dan karunia Allah-lah, ia bisa tercipta.
Menurut kajian ilmiah, ‘alaqah merupakan bentuk perkembangan pra embrionik, yang terjadi setelah percampuran sel mani (sperma) dan sel telur. Moore dan Azzindani menjelaskan bahwa ‘alaqahdalam bahasa arab berarti lintah (leech) atau suatu suspensi (suspended thing) atau segumpal darah (a clot of blood). Lintah merupakan binatang tingkat rendah, berbentuk seperti buah per, dan hidup dengan cara menghisap darah. Jadi ‘alaqah merupakan tingkatan (stadium) embrionik, yang berbentuk seperti buah per, di mana sistem kardiovaskuler (sistem pembuluh jantung) sudah mulai tampak, dan hidupnya tergantung dari darah ibunya, mirip dengan lintah ‘alaqah terbentuk sekitar 24-25 hari sejak pembuahan. Jika jaringan pra embrionik ‘alaqah ini diambil keluar (digugurkan), memang tampak seperti segumpal darah (a blood clot like).
Ayat ke 3 Allah SWT meminta manusia membaca lagi, yang mengandung arti bahwa membaca yang akan membuahkan ilmu dan iman itu perlu dilakukan berkali-kali, minimal dua kali. Apabila al-Qur’an atau alam ini dibaca dan diselidiki berkali-kali, maka manusia akan menemukan bahwa Allah SWT itu pemurah, adalah bahwa Ia akan mencurahkan pengetahuan-Nya kepadanya dan akan memperkokoh imannya.
Ayat ke 4-5 menjelaskan bentuk kepemurahan Allah SWT adalah ia mengajari manusia mampu menggunakan alat tulis. Mengajari di sini maksudnya memberinya kemampuan menggunakannya. Dengan kemampuan menggunakan alat tulis itu, manusia bisa menuliskan semuannya sehingga dapat dibaca oleh orang lain dan generasi berikutnya. Dengan dibaca oleh orang lain, ilmu itu dapat dikembangkan. Dengan demikian, manusia dapat mengetahui apa yang sebelumnya belum diketahuinya artinya ilmu itu akan terus berkembang. Demikianlah besarnya fungsi baca-tulis.

2.    QS. Fushshilat : 53-54
سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الآفَاقِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ (٥٣)أَلا إِنَّهُمْ فِي مِرْيَةٍ مِنْ لِقَاءِ رَبِّهِمْ أَلا إِنَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ مُحِيطٌ (٥٤)
53. Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa Sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?
54. ingatlah bahwa Sesungguhnya mereka adalah dalam keraguan tentang Pertemuan dengan Tuhan mereka. ingatlah bahwa Sesungguhnya Dia Maha meliputi segala sesuatu.

Ayat 53 menjelaskan bahwa orang musyrik yang ragu-ragu kepada al-Qur’an dan Rasulullah itu akan melihat dengan mata kepala mereka bukti-bukti kebenaran ayat-ayat Allah SWT disegenap penjuru dunia dan pada diri mereka sendiri. Mereka melihat dan menyaksikan sendiri kaum muslimin dalam keadaan lemah dan tertindas selama berada di Mekah, kemudian Rasulullah dan para sahabatnya hijrah ke Madinah meninggalkan kampung halaman yang mereka cintai. Rasulullah  SAW selama di Medinah bersama kaum Muhajirin dan Ansar membentuk dan membina masyarakat Islam. Masyarakat baru itu semakin lam semakin kuat dan berkembang. Hal ini dirasakan oleh orang-orang musyrik di Mekah, karena itu mereka pun selalu berusaha agar kekuatan baru itu dapat segera dipatahkan. Kekuatan Islam dan kaum muslimin pertama kali dirasakan oleh orang musyrik Mekah adalah ketika Perang Badar dan kemudian ketika mereka dicerai-beraikan dalam perang khandak. Yang terakhir ialah pada waktu Rasululloh SAW dan kaum muslimin menaklukan kota Mekah tanpa perlawanan dari orang-orang musyrik. Akhirnya mereka menyaksikan manusia berbondong-bondong masuk Islam, termasuk orang-orang musyrik, keluarga, dan teman mereka sendiri. Semuanya itu merupakan bukti-bukti kebenaran ayat-ayat Allah SWT.
Allah SWT menegaskan bahwa Dia menyaksikan segala perilaku hamba-hamba-Nya, baik berupa perkataan, perbuatan, atau tingkah laku, dan Dia Maha Mengetahui segala isi hati manusia. Dia menyatakan bahwa Muhammad SAW adalah seorang yang benar, tidak pernah berbohong, dan semua yang disampaikannya sungguh benar.
Banyak orang mengatakan bahwa dengan mempelajari alam, termasuk diri kita sendiri, dapat membawa kepada pemahaman tentang adanya Tuhan.  Alam adalah buku yang menanti untuk dipelajari. Akan tetapi, harapan Tuhan dalam menurunkan ayat di atas tidak selalu dipahami manusia. Surah Yunus : 101 adalah salah satu di antara banyak ayat yang memberitahu kita bahwa hanya ilmuwan yang memiliki keimananlah yang dapat memahami Tuhan dengan mempelajari alam.

È@è%(#rãÝàR$##sŒ$tB Îû ÅVºuq»yJ¡¡9$# ÇÚöF{$#ur 4$tBurÓÍ_øóè?àM»tƒFy$# âäY9$#ur`tã 7Qöqs% žwtbqãZÏB÷sãƒÇÊÉÊÈ  
101. Katakanlah: "Perhatikanlah apa yaag ada di langit dan di bumi. tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan Rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman".

Ayat 54 ini menjelaskan bahwa keragu-raguan mereka tentang adanya hari kebangkitan dan hari pembalasan, karena menurut mereka, mustahil orang yang telah mati dapat hidup kembali dan mustahil pula tubuh-tubuh yang telah hancur bersama tanah itu dapat dikumpulkan, dikembalikan seperti semula dan dapat hidup kembali. Karena keragu-raguan itulah mereka menjadi tidak mampu memperhatikan kebenaran al-Qur’an dan kerasulan Muhammad SAW.
Allah SWT memperingatkan orang-orang musyrik dengan peringatan yang keras bahwa DiaMaha Mengetahui segala sesuatu. Tidak ada satu pun yang luput dari pengetahuan-Nya. Karena itu Dia akan memberikan balasan dengan seadil-adilnya kepada hamba-hamba-Nya.

C.Menjelaskan Pemanfaatan Alam Semesta bagi Kesejahteraan Hidup Manusia (QS. Al-Baqarah: 29, QS.al- Jaatsiyah: 12)
1.QS. Al-Baqarah: 29:
هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الأرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاءِ فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ (٢٩)
29. Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. dan Dia Maha mengetahui segala sesuatu.

Ayat 29 ini menjelaskan bahwa Allah SWT menyempurnakan langit yang satu dan masih berupa asap itu menjadi tujuh langit. Angka tujuh dalam bahasa Arab dapat berarti enam tambah satu, bisa juga berarti banyak sekali lebih sekadar enam tambahan satu. Jika kita mengambil arti yang pertama (enam tambah satu) maka berarti Allah SWT menjadikan langit yang tadinya satu lapis menjadi tujuh lapis, atau Allah SWT menjadikan benda langit ini beredar mengelilingi matahari menurut jalannya pada garis edar yang tetap sehingga tidak ada yang berbenturan. Akan tetapi matahari hanya berputar dan beredar  pada garis porosnya saja karena matahari menjadi pusat dalam sistem tata surya ini. Sungguh Allah SWT mengatur alam yang besar dan luas ini.
Dalam pemahaman astronomi, langit adalah seluruh ruang angkasa semesta,yang didalamnya ada berbagai benda langit termasuk matahari, bumi, planet-planet, galaksi-galaksi, supercluster dan sebagainya. Hal ini dikemukakan oleh Allah di dalam Surah Al-Mulk/67:5,
وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَجَعَلْنَاهَا رُجُومًا لِلشَّيَاطِينِ وَأَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ السَّعِيرِ (٥)
Artinya :
... sesungguhnya kami telah menghiasi langit yang dekat (langir dunia) dengan bintang-bintang dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaitan dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala.. (al-Mulk/67:5)

Jadi, langit yang berisi bintang-bintang itu memang disebut sebagai langit dunia. Itulah yang kta kenal selama ini. Dan itu pula yang dipelajari oleh para ahli astronomi selama ini, yang diduga diameternya sekitar 30 miliar tahun cahaya. Dan mengandung triliyunan benda langit dalam skala tak terhingga.
Namun demikian, ternyata Allah menyebut langit yang demikian besar dan dahsyat itu baru sebagian dari langit dunia, dan mungkin langit pertama. Maka dimanakah langit kedua sampai ke tujuh ?
Sejauh ini belum ada temuan ilmiah “yang tidak dicari-cari” mengenai hubungan antara angka tujuh dan “langit” yang dalam dunia ilmu pengetahuan dikenal dengan alam semesta. memang ada beberapa skala benda langit, misalnya ada satu tata surya (solar system) ada “matahari” (bintang yang menjadi pusat tata surya yang bersangkutan) dan ada planet beserta satelitnya. Milyaran tata surya membentuk galaksi. Milyaran galaksi meembentuk alam semesta. ini baru enam, untuk menjadikannya tujuh, bisa saja ditambah dengan dimensi alam semesta, yaitu bahwa seluruh alam ini berisikan sejumlah alam semesta. jadi ada tujuh dimensi dalam alam, dan ini mungkin yang dimaksud dengan langit yang tujuh lapis. Tetapi masalahnya adalah dalam perjalanan mi’raj Nabi Muhammad  saw, beliau melalui lapis demi lapis dari  langit itu secara serial, dari lapis pertama, ke lapis kedua dan seterusnya sampai lapis ketujuh dan akhirnya keluar alam makhluk menuju Sidratil Muntaha. Jadi lapis demi lapis langit itu seperti kue lapis yang berurutan dari dalam (lapisan pertama) sampai lapisan ketujuh. Kenyataan ini berbeda dengan temuan ilmiah. T. Djamaludin, salah seorang astronom indonesia, yang cenderung  memahami “tujuh langit” sebagai benda-benda langit yang tak terhitung jumlahnya dan bukan berlapis-lapis. Dalam bahasa Arab, bilangan tujuh biasanya dipakai untuk menggambarkan jumlah yang sangat banyak.Di sisi lain tujuh langit, kemungkinan adalah tujuh lapisan-lapisan atmosfer yang dekat dengan bumi ini yaitu : (1) Troposphere (Troposfer), (2) Tropopause (Tropopaus) (3) Stratosphere (stratosfer) (4) stratopause (stratopaus) (5) Mesosphere (Mesofer) (6) Mesopause (Mesopause) dan (7) Thermosphere (termosfer). Pembagian ini berdasarkan temperatur (suhu) tiap-tiap lapis atmosfer dan jaraknya dari permukaan bumi. Lapisan-lapisan tersebut bersifat kokoh dalam pengertian menyeliputi dan melindungi bola bumi kita secara kokoh karena adanya gaya gravitasi bumi. (lihat pula tafsir ilmiah Surah ar-Ra’d/13:2), surah an-Naba’/78:12). Dalam tafsir surah ar-Ra’d/13:2 di jelaskan pembagian lapisan atmosfer sedikit berbeda dengan yang dijelaskan disini, dimana ionosfer dan eksofer disatukan dalam Termosfer.
Namun apabila pengertian tujuh langit dalam hal ini dikaitkan dengan Mi’raj Nabi Muhammad saw, nampaknya kurang tepat. Tujuh langit mungkin pula dapat ditafsirkan sebagai tujuh dimensi ruang-waktu dalam Kaluza-Klein Theory (KKT). Dalam ilmu fisika terdapat terdapat empat (4) gaya fundamental yang ada di jagat raya ini, yaitu Gaya Elektromagnetik, Gaya Nuklir Lemah, Gaya Nuklir Kuat dan Gaya Gravitasi. Jika ke-empat Gaya ini terbentuk dari ledakan Besar (Big Bang) dari suatu Singularity, maka mestinya ke-empat gaya ini dahulunya ‘menyatu’ sebagai Satu Gaya Tunggal (Grand Unified Force), ini yang dikenal dalam Grand Unified Theory (GUT, Teori Ketersatuan Agung). KKT menjelaskan bahwa untuk dapat menerangkan ketersatuan gaya-gaya yang empat itu, maka adanya geometri ruang-waktu yang kita berada didalamnya sekarang ini tidaklah cukup. Geometri ruang-waktu yang kita berada di dalamnya sekarang ini hanya mampu menjelaskan sedikit tentang gaya-gaya Elektromagnetik dan dalam beberapa hal Gaya Gravitasi. Untuk bisa menjelaskan keempat gaya tersebut, maka KKT menyatakan harus ada tujuh dimensi ruang-waktu (time-space dimensions) yang lain. Dengan demikian bersama empat dimensi yang sudah dikenal, yaitu : garis bidang, ruang dan waktu, Maka total dimensi ada sebelas dimensi (11 dimensi).
Pernyataan ini berbasiskan pada perhitungan Matematika-Fisika. Berbasiskan pada KKT ini para scientists telah mampu pula menghitung ‘garis tengah’ salah satu dimensi ruang-waktu itu, yaitu sebesar 10-32 cm, jadi dimensi itu sangat kecil sekali. Dengan demikian, tidaklah mungkin dengan instrumen yang ada sekarang ini kita dapat menembus tujuh  dimensi ruang waktu yang lain itu. Kaluza-Klein Theory telah memberikan gambaran adanya tujuh dimensi Ruang-Waktu, yang kesemuanya ini akan mengokohkan geometri jagad-raya dengan empat gaya-gaya fundamentalnya. Mungkinkah tujuh langit tersebut adalah tujuh dimensi ruang-waktu menurut Kaluza-Klein Theory? Wallahu a’lam bis-sawab.
Pada akhir ayat Allah menyebutkan, “Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu”, maksudnya bahwa alam semesta ini diatur dengan hukum-hukum Allah, baik benda itu kecil maupun besar, tampak atau tidak tampak. Semuanya diatur, dikuasai dan diketahui oleh Allah.
Ayat ini mengisyaratkan agar manusia menuntut ilmu untuk memikirkan segala macam ciptaan Allah, sehingga dapat menambah iman dan memurnikan ketaatannya kepada Allah.

2.QS.al- Jaatsiyah: 12
Ayat ini menjelaskan bahwa Dialah yang menundukkan laut untuk keperluan manusia. Hal ini berarti bahwa Allah SWT menciptakan laut hanyalah untuk manusia. Dalam ayat yang lain diterangkan bahwa Allah SWT menjadikan bumi dan semua isinya untuk manusia.

هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الأرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاءِ فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ (٢٩)
29. Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. dan Dia Maha mengetahui segala sesuatu.

Karena itu, ayat ini seakan-akan mendorong manusia untuk berusaha dan berpikir semaksimal mungkin, dimana laut dan segala isinya itu dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, demikian pula alam semester ini. Sebagai contoh dikemukakan beberapa hasil pemikiran manusia yang telah digunakan dalam memanfaatkan lautan, misalnya kapal yang berlayar dari sebuah negeri ke negeri yang lain, mengangkut manusia dan barang-barang keperluan hidup mereka sehari-hari. Tentu saja lalu lintas di laut  itu akan dapat mempereret  hubungan antara penduduk suatu negeri dengan penduduk negeri yang lain.
Manusia juga dapat memanfaatkan laut ini sebagai sumber penghidupan. Di dalamnya terdapat bahan-bahan yang dapat dijadikan makanan, seperti ikan, rumput-rumput laut, dan sebagainya. Juga terdapat bahan perhiasan  seperti mutiara, marjan, dan semacamnya. Air laut dapat diuapkan sehingga menghasilkan garam yang berguna untuk menambah tenaga dan menyedapkan makanan, dan dapat diusahakan menjadi tawar untuk dijadikan air minuman dan untuk mengairi tanaman, dan untuk lain-lain. Batu karang yang beraneka warna dan ragam bentuk dan jenisnya dikeluarkan dari laut, diijadikan kapur untuk bahan bangunan rumah.
Pada masa sekarang, semakin banyak yang ditemukan dari dalam laut seperti minyak, besi dan logam yang bermacam-macam. Dalam menghadapi ledakan perkembangan penduduk dewasa ini, orang telah mulai mengarahkan pikirannya ke lautan. Mereka telah mulai memikirkan kemungkinan-kemungkinan memanfaatkan dan menggali hasil lautan sebagai sumber bahan makanan karena produksi bahan makanan di daratan diduga dalam waktu yang tidak lama lagi akan berkurang dan tidak seimbang dengan jumlah dan pertambahan penduduk.
Semua itu adalah karunia Allah SWT yang dianugerahkan kepada manusia sebagai tanda kemurahan-Nya, agar dengan demikian manusia mensyukurinya. Amat banyak lagi karunia Allah SWT yang lain yang belum diketemukan manusia, karena itu hendaklah manusia berusaha dan berpikir bagaimana menemukannya.
Allah SWT menundukkan lautan agar kapal-kapal dapat berlayar padanya. Salah satu yang merupakan sekian banyak karunia-Nya adalah kemampuan manusia dengan izin Allah SWT untuk menyelam pada kapal selam. Kapal selam, yang kini juga banyak digunakan dalam penelitian, merupakan suatu kendaraan air yang bisa beroperasi di dalam air pada tekanan-tekanan yang mampu ditahan oleh manusia. Kapal selam berada dalam keadaan terapung secara positif dan bobotnya lebih kecil dari volume air yang dipindahkannya. Untuk menyelam secara hidrostatis, suatu kapal harus mendapatkan keterapungan negatif dengan cara menambah bobotnya sendiri atau dengan memperkecil volume air yang dipindah.
 Untuk mengendalikan bobotnya, sebuah kapal selam harus dilengkapi dengan tangki ballast yang dapat diisi baik dengan air dari sekelilingnya, atau  dengan udara tekan. Untuk gerakan penyelaman dan pengapungan secara umum, maka kapal selam menggunakan tangki maju dan mundur yang dinamakan Tangki Balas Utama (Main Ballast Tank) yang bisa dibuka dan diisi penuh dengan air untuk bisa menyelam atau diisi dengan udara tekan untuk mengapung.



UJI KOMPETENSI DASAR

I. Aspek Afektif
Perilaku orang yang mengamalkan QS. Al-Qashash: 79-82 ; QS.al-Israa: 26-27,29-30, QS. Al-Baqarah : 177 dan Perintah Menyantuni Para Duafa.

II. Aspek Psikomotorik
Hafalkan, terjemahkan dan menganalisis QS. Al-Qashash: 79-82 ; QS.al-Israa: 26-27,29-30, QS. Al-Baqarah : 177 dan Perintah Menyantuni Para Duafa.

III. Aspek Kognitif
1.      Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang (X) pada huruf a,b,c,d atau e !
1.      Semua ciptaan Allah SWT itu ….
a.       Bermanfaat
b.      Ada yang yang bermanfaat dan ada yang sia-sia
c.       Sebagian sia-sia
d.      Tergantung manfaatnya
e.      Semua benar

2.       ِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ  ,  berdasarkan potongan ayat di samping, hamba Allah yang paling takut  adalah ….
a.       Alim
b.      Ulama
c.       Alim ulama
d.      Cendikiawan
e.      Waliyullah
3.       Cipataan Allah berupa ayat qauliyyah dan ayat kauniyyah (fenomena alam). Semua itu sebagai ….
a.       Peringatan
b.      Pelajaran
c.       Tanda-tanda kekuasaan Allah
d.      Amal ibadah
e.      Tanda-tanda kehidupan
2.       Menurut Ibnu ‘Abbas berkata yang dinamakan ulama adalah orang-orang yang mengetahui bahwa Allah itu  ….
a.       Orang yang cerdas
b.      Orang yang punya ilmu
c.       cendekiawan
d.      Mahakuasa
e.       Maha adil
3.       QS. Al-‘Alaq  Ayat 1 menjelaskan bahwa Allah SWT memerintahkan manusia untuk ….
a.       Menulis
b.      membaca
c.       membaca dan menulis
d.      meneliti
e.      berkreasi
4.       QS. Al-‘Alaq  Ayat 2 Allah SWT menyebutkan kemulian
a.       Allah
b.      Malaikat
c.       Rasul
d.      Ciptaan Allah
e.      Manusia
5.       Menurut kandungan QS. Al-‘Alaq, diantar kunci sukses adalah ….
a.       Menulis
b.      membaca
c.       membaca dan menulis
d.      meneliti
e.      berkreasi
6.       QS. FushshilaAyat 53 menjelaskan bahwa orang yang ragu-ragu kepada al-Qur’an dan Rasulullah adalah ….
a.       Orang kafir
b.      Orang musyrik
c.       Orang fasik
d.      Orang zalim
e.       Semua benar

7.       Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan jelas dan tepat !
1.       Terjemahkan QS. Al-‘Alaq  Ayat 1!
2.       Tulislah pokok kandungan QS. Al-‘Alaq  Ayat 2!
3.       Tulislah pokok kandungan QS. FushshilaAyat 53!
4.       Tulislah proses kejadian manusia menurut kajian ilmiah!
5.       Setiap manusia ingin meraih kesuksesan dalam hidupnya. Tulislah diantara kunci sukses menurut  QS. Al-‘Alaq!  



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.