Gubug Sawah Tulungagung, Wisata "Malam" Yang Instagramable dan Ramah Lingkungan

Apa jadinya jika tempat persawahan ditambah hiasan botol bekas menciptakan tempat wisata yang instagramable? Hal itulah yang saya temui di Wisata Gubug Sawah Tulungagung

Lampu berwarna-warni dipadukan dengan ornamen dari barang bekas mengelilingi sebuah petak sawah ini. Meski tidak terlalu luas, namun banyak spot foto instagramable yang wajib untuk dieksekusi. Siap-siap harus antre atau bergantian karena pengunjung tempat wisata ini cukup ramai. Lokasinya berada di Jl. Reco Barong No.93, Sumberejo Wetan, Ngunut, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. 

Gubuk Sawah Tulungagung buka sejak pukul 09.00 pagi dan tutup pukul 22.00 malam. Namun, sangat disarankan untuk datang malam hari agar bisa melihat langsung nyala lampu hias warni-warni. Tiket masuknya cukup terjangkau yaitu Rp 5.000/orang yang mana tiket ini dapat ditukarkan dengan sebotol minuman atau snack.

Baca juga: Wisata Kampung Tani Tulungagung

Setelah botolnya tidak terpakai, nantinya botol tersebut didaurulang untuk menjadi aneka bentuk. Ada yang menjadi bentuk sandal, tulisan love, keris, kapsul, bunga dan model kacamata. Selain dari botol, juga ada sentuhan benda bekas lain seperti motor vespa, sepeda bekas dan kardus bekas yang disulap menjadi obyek foto.


Beberapa padi juga tumbuh subur disana untuk tetap menjaga kesan persawahannya. Selain itu, anak-anak juga dapat menaiki perahu dengan tambahan tarif Rp 10.000/orang. Owh ya, disana juga dipelihara ikan-ikan agar menambah suasana alamnya.


Tempat wisata "malam" ini cocok untuk keluarga. Anak-anak hingga orang tua berkumpul menjadi satu. Bagi orang tua, awasi anak-anak dengan hati-hati karena lokasinya yang ramai sehingga dikhawatirkan terjatuh di air. Meski sudah ada pos penjaga, jangan sampai abai dengan anak karena rawan terjatuh saat naik ke atas gubuk. Dan semoga pengelola juga terus mengecek kondisi bambu agar segera mengganti bambu yang sudah rapuh. 




Untuk menghemat pengeluaran, Anda bisa membawa makanan secukupnya dari rumah untuk dimakan di sana. Pada akhirnya, saya mengapresiasi masyarakat setempat yang kreatif dalam menciptakan tempat wisata baru. Tidak sekedar menyenangkan, namun juga ada edukasi terkait daur ulang botol bekas.

Baca juga: Ranugumbolo Tulungagung

Bagaimana?
Tertarik untuk datang ke sini?
Atau kamu ingin mengadopsi konsep Gubug Sawah ini daerah Anda?

2 komentar:

  1. Asli keren banget mas, benar-benar kreatif, persawahan bisa dijadikan tempat rekreasi. Semoga saja tempat-tempat wisata edukasi seperti ini selalu dijaga dan dirawat dengan baik, sehingga bisa memberikan manfaat bagi warga sekitar, sekaligus menyadarkan bahwa botol bekas bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu yang bernilai seni tinggi... Nice sharing. Seandainya di Depok ada yang beginian, hmmmmm.... *menghayal dulu aah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Depok gak ada sawah ya? bisa dikembangin di daerah mas Hendra juga.. Dulu katanya dimodalin 40 juta skrg omzetnya 400 jutaan..

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.