Perjuangan Seorang Lintas Jurusan Untuk Tembus PTN

Perjuangan Seorang Lintas Jurusan Untuk Tembus PTN Biasanya pas lebaran ke rumah sodara, lo bakal ditanya "mau kuliah jurusan apa? daftar di universitas mana? kapan nikah?Bener nggak sih? Kalo pengalaman gue sih gitu. Itu pertanyaan sederhana tapi membawa nama keluarga lo. Mau nggak mau ya lo harus jawab kali aja dapet sepeda (emang kuis Pak Jokowi). Nih, gue bisa bilang begitu karena udah ngalamin masa-masa dimana orang tua, tetangga, guru hingga para mantan keponya setengah mati bertanya kemana lo bakal kuliah.

Anyway, buat kalian yang masih kelas 10 11, 12 tulisan ini pas banget lo baca sampai tuntas. Tapi juga bisa juga buat semua kalangan untuk sedari dulu planning sebelum mau terjun ke dunia perkuliahan. Gue nyuruh lo baca tulisan ini sampai tuntas karena sampai detik ini kakak kelas kalian masih ada yang galau belum bisa nentuin jurusan kuliah. Parahnya nih sampai ada terlanjur salah milih jurusan atau tersesat dan tak tau arah jalan pulang. Apakah gue termasuk yang salah milih jurusan? Let's see!


Well, gue dari desa yang orang tua gue lulusan SMP. Pas gue mau konsultasi jurusan kuliah orang tua yang gue anggap paling ngertiin dan nggak galak, beliau cuma bilang "terserah kamu aja, Nak". Dan seketika gue langsung galau. Posisi saat itu gue dari kelas Jurusan Keagamaan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN), sederajat dengan SMA. Idealnya sih gue masuk ke UIN, IAIN atau STAIN. FYI, di jurusan ini pelajarannya didominasi pelajaran agama: Fiqih, Hadist, Tafsir, Aqidah Akhlak, Ilmu Kalam, Bahasa Arab dan Sejarah Kebudayaan Islam. Nggak ada pelajaran IPA dan IPS dong? Yap, seratus buat lo.

Baca juga: Motivasi Karena Dapat Nilai Jelek

Awalnya mau ke SAINTEK karena gue pengen jurusan Teknik Informatika atau Sistem Informasi karena kebutulan suka hal yang berbau komputer. Eh gue nyadar belajar IPA dari nol itu sangat berat dengan waktu singkat, hanya kurang lebih tiga bulan sebelum SBMPTN. Saingannya adalah para siswa yang tiga tahun belajar IPA dan belum lagi alumni yang ikut SBMPTN. Akhirnya, gue putuskan 'murtad' ke jurusan IPS. Yoih! Seperti cerita gue sebelumnya ini jurusan awal gue sebelum pindah ke Keagamaan dan akhirnya balik lagi ke jurusan IPS. Well, gue nerima kok kalo lo bilang gue plin-plan karena gue dulu emang galau banget milih jurusan.

Untuk memudahkan merasakan bagaimana alur kepiluan gue dalam gonta-ganti jurusan,
lo bisa disimak diagram berikut:


Saat udah mutusin mau kuliah di jurusan IPS, lagi-lagi gue bingung milih jurusan SOSHUM yang cocok. Jujur nih, gue dulu mikir Ilmu Komunikasi itu keren apalagi passing grade-nya tinggi dan persaingan paling ketat, logikanya pasti ini jurusan bagus nih! Akhirnya gue mati-matian belajar IPS dari nol buat tembus SBMPTN. Disini gue rela belajar siang malam, bawa buku kesana kemari sambil diotak ada rasa "wuih, saingan gue anak IPS tulen 3 tahun belajar IPS dan alumni-alumni". Itu malah justru semakin memacu untuk terus belajar, latihan dan fokus!

Program studi di Universitas Airlangga dengan peminat paling banyak pada Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun  2017

Lima prodi yang memiliki angka keketatan tertinggi di Unair SNMPTN 2017


Singkat cerita, gue akhirnya keterima jalur SBMPTN pilihan pertama di Ilmu Komunikasi, Universitas Airlangga—yang katanya terbaik nomor dua setelah UI. Buat yang galau dan bingung milih jurusan, silahkan baca perlahan-perlahan dan resapi tulisan dibawah ini:


"Pilih bidang yang membuat lo tertantang... Pilih bidang yang bikin lo penasaran sampai
lo rela buat ngulik itu siang-malem tanpa kenal waktu biar gak dibayar sekalipun.
Pilih bidang yang tanpa disuruh pun lo curi-curi waktu buat belajar sendiri,
atau tanpa sadar suka cari-cari info di internet atau lewat google..
Pilih jurusan memicu 'sense of wonder' dalam diri lo.
Pilih jurusan yang bener-bener akan jadi muara ilmu pengetahuan
yang ingin lo tekuni sampai akhir hayat lo..." - Glenn Ardi


Selain itu, sebaiknya lo juga nyoba-nyoba dulu kira-kira bakal tahan nggak di jurusan yang lo pilih nanti. Misalnya, lo mau masuk jurusan Desain Komunikasi Visual, ya cobain dulu lah gambar-gambar nirmana sambil belajar buat tes masuknya. Itu berguna banget buat lo supaya makin enjoy dan nggak kaget pas udah jadi mahasiswa. Keputusan masa depanmu ada di tangan lo sendiri.

Baca juga: Beranilah Bermimpi Selagi Mimpi Itu Gratis

Apa sih sebenarnya yang pengen gue sampaikan ke kalian? Gak muluk-muluk sih. Gue pengen kalian yang terlanjur salah jurusan di SMA/MA tidak patah semangat dalam mengejar impian dalam berkuliah. Gak perlu minder saingan dengan anak IPS atau anak IPA tulen karena pada dasarnya mereka yang manusia, sering lupa. Dan kuncinya fokus, fokus, fokus pada target yang ingin kalian capai.

Noted: Cerita ini BUKAN jadi "dalil" buat kalian untuk pindah jurusan loh. Selama kalian kuat dan nyaman, lanjutkan! Cuma buat motivasi untuk tidak takut memulai sesuatu dari nol.


Setelah usaha tapi gagal, tenang! ada banyak jalan menuju roma. Selain ikut SBMPTN kalian juga masih bisa ikut jalur mandiri atau mungkin UMPTKIN (semacam SBMPTN namun khusus untuk universitas Islam negeri serentak seluruh Indonesia). Jadi saya sarankan, setelah tes SBMPTN sambil menunggu pengumuman, tidak ada salahnya mendaftar dan ikut UMPTKIN jika memang ada rasa di perguruan tinggi keagamaan Islam negeri, seperti IAIN, UIN, STAIN.

Baca juga: Inilah Jurusan Kuliah Terbaru versi Jokowi

Lastly, selamat belajar dan berjuang untuk memperebutkan bangku kuliah!
Jangan ngarep SNMPTN, lupakan itu! anggap itu undian berhadiah!
Yang pasti, siapkan SBMPTN dari sekarang karena sainganmu udah banyak yang nyuri start duluan.
Tiada hasil yang menghianati usaha, so berjuanglah sekuat tenaga dan berdoa.
Urusan hasil serahkan pada Tuhan.



feel free konsultasi dan tanya-tanya, bisa melalui komentar dibawah ini dengan centang pada "notify me".

Bye, and Good Luck!

3 komentar:

  1. halo kak..
    aku pejuang sbm 18 dan mau lintas jurusan . mungkin ada rekomendasi buku buat belajar soshum kak ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku dulu les di GO, pakek Zenius sama beli buku Wangsit.. tapi menurutku sih GO dan Zenius udah cukup, atau zenius aja udah bagus banget kok..takutnya kebanyakan buku malah gak kebahas semua

      Hapus
  2. BTW, buku SKS juga lumayan neh buat belajar materi soshum, kalau minat tulis alamat emailmu ya

    BalasHapus

* Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar yang relevan dengan isi artikel
* Berikan tanda centang pada "beri tahu saya" untuk mendapat notif balasan
Terima kasih sudah mampir, ditunggu kunjungan berikutnya !

Diberdayakan oleh Blogger.